Isnin, Mei 29, 2017

ALLAH AJARKAN TENTANG UJIAN DAN SAKSI

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Alhamdulillah, subhanallah. Saya bersyukur dapat menulis kembali di blog ini. Hari ini masuk hari kedua Ramadhan tahun 2017. Semoga Ramadhan kita pada tahun ini jauh lebih baik dari Ramadhan kita yang lepas.

Pagi ini saya ingin merekodkan sebuah kefahaman bahawa kita satu hari nanti apabila bertemu ALLAH kita akan menjadi saksi terhadap diri kita sendiri.

Pada satu hari saya mengamati ujian-ujian yang ALLAH letakkan di hadapan saya. Dalam berbagai ujian yang saya lalui, ada satu ujian yang hampir sama dengan ujian yang saya hadapi sebelum ini. Ujian ini sudah berkali-kali saya tempuhi. Walaupun bentuknya berbeza tetapi isinya sama, ujiannya sama, tujuannya sama.

Justeru pada kali ini saya dihadapkan dengan ujian yang sama dalam keadaan yang berbeza maka saya berfikir. Kenapa Allah meletakkan lagi ujian ini kepadaku? Apakah ini bererti aku tidak pernah lulus ujian ini?

Saya terbayangkan seperti seorang yang mengambil peperiksaan SPM, tak lepas-lepas maka dia tetap harus duduk menjalankan peperiksaan itu hingga ia lulus.

Saya memikirkan lagi. Allah pasti tahu samada saya akan lulus atau gagal lagi dalam ujian ini. Kenapa ALLAH mahu menguji aku sekiranya Dia memang mengetahui akhir ujian ini.

Alhamdulillah, dalam waktu yang sangat singkat saya difahamkan bahawa Allah meletakkan saya dalam keadaan itu agar saya nanti menjadi saksi kepada diri saya sendiri memang saya sendirilah yang gagal untuk meluruskan ketaatan kepada ALLAH. Saya sendirilah yang memilih untuk mengikuti hawa nafsu. Saya sendirilah yang berpaling. Maka jangan disalahkan ALLAH apabila saya bertemu dengan NYA nanti, Firman Allah:



 أَوْ تَقُولُوا إِنَّمَا أَشْرَكَ آبَاؤُنَا مِنْ قَبْلُ وَكُنَّا ذُرِّيَّةً مِنْ بَعْدِهِمْ أَفَتُهْلِكُنَا بِمَا فَعَلَ الْمُبْطِلُونَ 
atau agar kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang sesat dahulu?"


وَكَذَلِكَ نُفَصِّلُ الآيَاتِ وَلَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ 
Dan demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu, agar mereka kembali (kepada kebenaran).


 وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ الَّذِي آتَيْنَاهُ آيَاتِنَا فَانْسَلَخَ مِنْهَا فَأَتْبَعَهُ الشَّيْطَانُ فَكَانَ مِنَ الْغَاوِينَ 
Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi Al Kitab), kemudian dia melepaskan diri daripada ayat-ayat itu lalu dia diikuti oleh setan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat.


 وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَاهُ بِهَا وَلَكِنَّهُ أَخْلَدَ إِلَى الأرْضِ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ الْكَلْبِ إِنْ تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ أَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَثْ ذَلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ
Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat) nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berpikir.

(Al-'Araaf: 173 - 176)


Ya ALLAH benarlah firmanMu dalam Al Quran bahawa Engkau telah memberi petunjuk sejelas-jelasnya. Betapa banyak situasi yang sama dengan berbagai keadaan ALLAH designkan untuk saya, Kau sendiri yang tidak mahu berubah? Kau sendiri yang memilih untuk cenderung kepada dunia?

Hati saya tersungkur sujud dan menangis. Ya ALLAH, cukuplah. Aku tidak mahu berpaling lagi. Aku tidak mahu cenderung kepada hawa nafsu dan dunia ini. Akan ku gunakan ujian yang kau hamparkan sebagai jalan untuk mendekatkan diriku kepada MU Ya ALLAH.

Lantas saya berdoa memohon agar ALLAH mengampuni saya dan merahmati nafsu saya di dalam menjalani ujianNya dan menjadikan ujian yang diletakkan di hadapan saya sebagai batu loncatan menujuNYA.

Wallahu aklam

Ahad, Februari 19, 2017

ALLAH AJARKAN TENTANG KHUSYUK DALAM SOLAT

Assalamualaikum wrb


Apa khabar sahabat-sahabat di alam maya? Sudah lama kita tidak bertemu di sini dan berbagai kejadian yang telah menimpa saya sebagai takdir yang telah ALLAH tetapkan kepada diri saya. Alhamdulillah secara ringkasnya saya bersyukur terhadap apa yang telah saya lalui. 

Saya ingin mencoretkan di sini pengajaran lanjutan yang saya perolehi dari sesi halaqah khusyuk solat petang tadi bersama sahabat-sahabat yang hadir. Kami membincangkan apakah amalan-amalan yang dapat dilakukan untuk mencapai khusyuk dalam solat. Maka dalam perbicaraan kami petang semalam terdapat pelajaran-pelajaran tentang nafsu dan bisikan syaitan yang wajib dihindari sekiranya seseorang serius mahu mencapai khusyuk dalam solat. Maka tulisan saya di bawah ini sebenarnya saya khususkan untuk mereka yang hadir di halaqah petang tadi dan semoga ia dapat dimanfaatkan oleh semua yang membaca coretan ini. 


Surah Al An'am ayat 112 - 113

“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap Nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Rabbmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkan mereka dan apa yang mereka ada-adakan. (QS. 6:112) Dan (juga) agar hati kecil orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat cenderung kepada bisikan itu, mereka merasa senang kepadanya, dan supaya mereka mengerjakan apa yang mereka (syaitan) kerjakan"

Seperti yang kita bicarakan petang tadi, syaitan itu kerjanya hanya membisikkan. Masalahnya adalah apabila kita mengikutinya. Apabila kita mengikuti bisikan syaitan bermakna kita menjadikan syaitan itu sembahan (ilah). Kita harus berbalik kepada persoalan kenapa ALLAH menciptakan Syaitan dari jin dan manusia kalau hanya untuk menggelincirkan manusia?

Ini sebuah pendapat saya dapat dari internet yang wajar kita amati:

Saya sendiri, dalam hati pernah bertanya tanya; mengapa Tuhan mencipta iblis, syetan, jin kalau hanya untuk menyesatkan manusia? Demi mengamankan dunia dari genggaman kejahatan dan angkara murka, sebenarnya Tuhan sangat mampu mencegahnya dengan melenyapkan saja semua makhluk perayu, penggoda, penggelincir dan penyesat manusia. Dengan cara ini, pasti manusia hanya berjalan sesuai keinginan dan keridoan Tuhan saja. Namun ternyata tidak. Ada hikmah dibalik semua ini dan rencana yang sangat bijaksana.

Nah menurut ayat 112-113 Al-An'am ini, Tuhan menghadirkan dan menjadikan untuk setiap nabi dan rasul makhluknya yang terdiri dari Iblis, syetan dan jin untuk maksud yang sangat bijaksana. Bisikan-bisikan kejahatan, permusuhan,fitnah dan kemaksiatan lainnya digembar gemborkan karena hendak menguji keaslian dari kepalsuan. Agak sulit mengetahui benar-benar beriman atau hanya dengan pengakuan beriman, tanpa alat uji.

Nah.... Alat uji itu adalah syetan, iblis dan jin itu. Coba simak dan renungkan ayat-ayat berikut ini:

"Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan. 
Dan (juga) agar hati kecil orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat cenderung kepada bisikan itu, mereka merasa senang kepadanya dan supaya mereka mengerjakan apa yang mereka (syaitan) kerjakan". (Al-an'am: 112-113)

Seseorang secara ikhtiyari memilih kebaikan dari sekian banyak kejahatan dan rayuan angkara murka, membuktikan bahwa dia secara sadar memilih jalan yang dikehendaki Islam.

sumber:  (http://motivator-motivator.blogspot.my/…/tafsir-surat-al-an…)

Dari tulisan di atas saya ingin menarik perhatian kita kepada dua perkara :-

1. Agak sulit mengetahui benar-benar beriman atau hanya dengan pengakuan beriman, tanpa alat uji

2. Seseorang secara ikhtiyari memilih kebaikan dari sekian banyak kejahatan dan rayuan angkara murka, membuktikan bahwa dia secara sadar memilih jalan yang dikehendaki Islam.

3. Orang yang cenderung kepada bisikan itu disebut ALLAH orang yang tidak beriman kepada hari akhirat (ayat Al An'am: 113)

Maka orang yang khusyuk dalam solat adalah orang yang BENAR beriman kepada ALLAH dan menyembah hanya ALLAH. Justeru, bagaimana mungkin kita mampu khusyuk kalau kita menjadi orang yang sering mengikuti bisikan syaitan dan hawa nafsu. Kita sering gagal apabila diuji dengan alat uji keimanan yang diciptakan ALLAH iaitu nafsu, syaitan yang terdiri dari jin dan manusia.

Maka itulah pengajaran yang kita dapat petang tadi bahawa jalan untuk mencapai khusyuk dalam solat mestilah merupakan suatu usaha yang bersungguh-sungguh (jihad). Dan salah satu usaha tersebut adalah usaha untuk melawan hawa nafsu dan menghindari dari mengikuti bisikan syaitan. Menghindari dari mengikuti hawa nafsu dan bisikan syaitan adalah pembuktian KEIMANAN kepada ALLAH dan hanya yang beriman secara BENAR kepada ALLAH yang mampu khusyuk dalam solatnya
.
Maka seterusnya apakah amalannya supaya kita mampu menghindari bisikan hawa nafsu dan syaitan ini?

1. Berpuasa sunat Isnin dan Khamis dan apa-apa saja puasa sunat yang dilakukan Rasulullah saw. Puasa itu menundukkan hawa nafsu.

2. Mohon perlindungan dengan ALLAH dari bisikan syaitan yang terdiri dari jin dan manusia. Antara zikir-zikir yang diamal Rasulullah saw adalah surah Al Ikhlas, Al Falaq dan An-Nas. Fahami dan hayati intisari ketiga2 surah ini dan amalkannya. Mudah-mudahan ALLAH melindungi kita dari bisikan-bisikan yang mengajak melakukan kejahatan. Banyak ayat-ayat yang memerintahkan meminta perlindingan dari ALLAH dari bisikan syaitan seperti ayat di bawah ini:

“Jika kamu ditimpa sesuatu godaan setan, maka berlindunglah kepada Allah, karea sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS. Al-A’rof:200).

3. Rasulullah saw menganjurkan kita beristighfar minima 100x sehari. Kita sebagai hamba ALLAH yang lemah akan kecundang juga dengan nafsu dan bisikan-bisikan ini tapi orang-orang yang beriman akan cepat ingat kepada ALLAH apabila melakukan dosa dan dia kembali kepada ALLAH dengan bertaubat secara benar dan memohon keampunan dari ALLAH. Justeru menyedari hal ini, kita wajarlah sentiasa beristighfar.

4. Berbagai zikir dan doa harian yang dianjurkan Rasulullah saw wajar menjadi amalan kerana berbagai manfaat yang disebutkan Rasulullah saw. Antara manfaatnya adalah menghindari dari mengikuti bisikan kejahatan kerana ALLAH memelihara orang yang sentiasa berzikir kepadaNYA. Teringat saya dengan satu kuliah Ustaz Abd Muein bahawa apabila kita sentiasa dekat dengan ALLAH melalui zikir kepadaNYA maka syaitan akan lari dari dan menjauhi diri kita. Apabila kita lalai dari mengingati ALLAH maka Allah sendiri yang menghantar syaitan di hati kita yang syaitan itu menjadi teman dihati kita.

"Barangsiapa yang berpaling dari mengingati Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Quran), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya." (Az-Zukhruf: 36)

5. Last but not least, AL QURAN itulah cahaya yang akan menyelamatkan kita dari mengikuti kejahatan yang dibisikkan oleh syaitan dan hawa nafsu. Maka baca dan fahamlah isi kandungan AL-Quran UNTUK DIIKUTI!

Wallahuaklam
Ummu Ayman

Selasa, November 15, 2016

ALLAH AJARKAN ADA MUTIARA YANG INDAH DALAM SOLAT

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


ADA MUTIARA YANG HILANG DALAM SOLAT KITA HARI INI

Sebenarnya seluruh inti agama keberhasilannya akan kita dapat apabila kita khusyuk dalam solat. Maka itulah sebab Allah sebutkan dalam Al Quran, "Sesungguhnya solat itu mencegah perbuatan keji dan mungkar".

Orang yang khusyuk solat, sikapnya pasti seperti Nabi saw. Hatinya lembut. Tidak bersangka buruk dengan orang lain malah hatinya lunak dan bersih. Ya persis seperti Nabi kita saw. Kalau sikap dan solat kita tidak mengikuti persis seperti Nabi Muhammad saw maka kita ikut siapa selama ini?

Solatlah praktik makrifatullah yang sebenarnya kerana kita bertemu Allah di dalam solat.  Bagaimanakah rasanya apabila kita makan icecream Walls perisa vanilla  selama 5 kali sehari? Pasti rasanya sama bukan? Bagaimana rasanya setiap kali kita solat 5 kali sehari? Kalau rasanya sama saja pasti ada yang tidak betul. Ini adalah kerana Allah bukan benda mati seperti Icecream Walls. Allah itu hidup dan antara kita dan Allah ada kehidupan.

Setiap hari kita berbuat dosa dan berbuat kebaikan. Ada waktu kita berbuat dosa yang menyebabkan ALLAH murka kepada kita. Dia berpaling. Begitulah juga sebaliknya. Justeru pasti ketika berjumpa Allah di dalam solat rasanya tidak sama.

Apabila solat tidak disambut Allah, kita tahu ada sesuatu yang tidak kena. Ada suatu dosa yang kita lakukan. Apabila taubat diterimaNya, kita dapat merasakan seperti Allah sudah mengampuni kita melalui sapaanNya dalam solat. Ada waktu kita melepaskan harta yang dicintai kerana mencintai Allah dan apabila Allah menerima infaq dijalanNya maka kita akan merasai kedalaman cintanya Allah kepada kita di dalam solat.

Jadi hari-hari rasanya solat kita tergantung bagaimana Allah meresponnya. Dan hanya jiwa yang sentiasa disucikan dari syirik kepada ALLAH dan dari dosa-dosa yang dilakukan dan sentiasa mengingati Allah akan memahami sambutan Allah dalam solatnya.

Kalau hari-hari kita solat tetapi tidak merasa responnya Allah, kita harus kembali bermuhasabah. Ada sebuah hadis Qudsi di mana Allah menyatakan bahawa Allah merespon ketika hambaNya membaca surah Al Fatihah di dalam solat. Jelas sekali ada respon dari Allah di dalam solat.

Ketika Allah sangat marah kepada kita, solat kita seperti daun-daun kekeringan. Mati. Rasa yang sangat kering dan tandus. Ketika itu pasti kita akan sujud tersungkur membuat pertaubatan yang sangat dalam kerana tahu murkaNya Allah kepada kita.

Kenapakah Allah murka? Tidak kita ketahui. Kita mula menyangka-nyangka; apakah kerana ini atau kerana itu, sambil terus memuji dan memohon ampun kepadaNya. Apabila Allah sudah menerima taubat kita tiba-tiba dibukalah hati kita dan diberi jawapanNya kenapa Dia murka. Rupanya kita melakukan sesuatu yang boleh merosakkan hubungan silaturrahim (contohnya). Kita baru menyakiti sahabat kita yang saling mencintai kerana Allah. Allah fahamkan kita, Aku tak suka sikap kau itu. Maka setelah itu kita tidak berani lagi mengulanginya. Tidak sanggup solat kita kering dan tandus ditinggalkan Allah.

Maka akhirnya melalui pelajaran-pelajaran dalam solat kita jadi lebih baik hari demi hari.
Akhirnya Solat itu mencegah perbuatan keji dan mungkar dan ayat Al Quran sebagai pengesahan keberhasilan yang kita perolehi melalui solat.

Semoga bermanfaat

Kalau anda seperti saya nekad mencari mutiara yang hilang jangan ketinggalan lagi untuk hadir ke 👇

Kursus Kesempurnaan Solat
Pada 20 Nov 2016 (Ahad)
Di Dewan iRaudah
258A, Jalan Bandar 12, Pusat Bandar Melawati
Bersama Ustaz Abd Muein Abd Rahman
Daftar online

Isnin, April 20, 2015

Allah ajarkan tentang NAFSU

Nafsu adalah Tuhan yang selama ini kita sembah selain ALLAH tanpa kita sadari. Allah berfirman

dalam  surah al-Furqan ayat 43 - 44

"Adakah kamu pernah melihat orang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya maka apakah kamu dapat menjadi pemeliharanya. Atau apakah kamu mengira bahawa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami ( al-Quran ). Mereka itu tidak lain hanyalah seperti binatang ternakan,bahkan mereka lebih sesat jalannya ( dari binatang ternakan itu )"

Buruknya orang yang menuruti hawa nafsunya diibaratkan sebagai binatang ternak. Kata guru saya, kalau binatang liar masih pandai mencari makanan sendiri, namun kalau binatang ternak, bodoh. Allah memberitahukan kita, orang yang mengikut kehendak hawa nafsu ini lebih bodoh dan lebih sesat dari binatang ternak. 

Adakah kita termasuk golongan yang disebutkan sebagai binatang ternak oleh ALLAH?

Nafsu sememangnya ada dalam diri manusia namun mereka yang menjadikan hawa nafsu sebagai Tuhan adalah mereka yang menuruti hawa nafsunya dan kehidupannya tunduk kepada hawa nafsu.

Kata guru saya, ciri hawa nafsu adalah apabila dipenuhi dia akan hilang. Kegembiraan untuk memiliki atau merasai sesuatu yang terbit bersumberkan hawa nafsunya akan hilang apabila dipenuhi. Contohnya, seorang pemuda yang mencintai seorang wanita akan mempunyai nafsu untuk bersama wanita itu. Untuk memandangnya setiap waktu, untuk memegang tangannya, untuk mengingatinya setiap waktu dan untuk menjalinkan hubungan suami isteri dengan wanita itu. Sekiranya dia menuruti hawa nafsu itu, jasadnya akan mengikuti keinginan nafsu untuk dipenuhi. Maka ia akan mencari jalan agar sentiasa dapat melihat wanita itu yang masih bukan mahramnya. Ia akan sentiasa mencari jalan agar dapat sentiasa berbual-bual dengan wanita itu yang masih belum menjadi isterinya. Ia akan sentiasa mencari jalan agar dapat keluar bersama wanita itu walaupun ianya ditegah oleh syariat Islam. Makanya dia dikatakan menuruti hawa nafsunya dan pada masa yang sama ia menjadikan nafsunya itu sebagai Tuhannya. Apabila ia mula menuruti hawa nafsunya sebagai Tuhannya ia akan semakin lalai dari mengingati ALLAH. Difikirannya sering terpenuhi dengan nafsunya terhadap wanita itu. Jika dia seorang ahli zikir, zikirnya akan mula terlalaikan dengan keinginan hawa nafsunya. Tanpa di sadari syaitan akan mula menempati dalam hatinya. Bagi pemuda yang bukan ahli zikir natijahnya lebih parah lagi kerana syaitan memang sudah bermastautin dalam hatinya dan akan memujuknya untuk melakukan sesuatu yang lebih ekstrim lagi dengan wanita iaitu sehingga membawa kepada perzinaan.

Sekiranya dia menuruti hawa nafsunya untuk berzina dengan wanita itu akhirnya hawa nafsunya akan terpenuhi dan dia akan mulai bosan dengan wanita itu dan nafsunya mahu mencari yang lain, yang lebih baru. Sekiranya wanita itu mengandung, itu alasan paling ampuh untuk mencari jalan meninggalkan wanita itu. Maka hari ini kita melihat ramai wanita ditinggalkan kekasih apabila mengandungkan anak diluar pernikahan. 

Sekiranya dia ditakdirkan berkahwin dengan wanita itu, maka nafsunya juga terpenuhi. Apabila terpenuhi, akhirnya dia bosan. Cinta yang begitu asyik sebelum berumah tangga sirna. Kedua-keduanya hairan bagaimana cinta yang dirasakan teragung di dunia sebelum itu boleh hilang begitu saja. Jawapannya mudah sekali kerana cinta sebelum berumahtangga boleh dipengaruhi oleh nafsu dan apabila ianya diseliputi nafsu maka apa saja yang dirasakan adalah bersumberkan nafsu. Oleh kerana nafsu itu bersifat sementara dan palsu maka kebahagiaan cinta itu juga bersifat sementara dan palsu. Justeru cinta yang pada asalnya suci anugerah Ilahi agar terjalinnya rasa mahu berumahtangga menjadi cinta yang dikotori hawa nafsu. 

Itulah sebabnya kita sering mendengar senario seperti ini diceritakan;

Situasi sebelum kahwin apabila teman wanitanya terlanggar batu:

"Siapalah yang letak batu besar ni ditengah jalan?" kata teman lelakinya dengan marah

Situasi setelah kahwin apabila isterinya terlanggar batu dalam keadaan yang hampir sama:

"Batu besar tu pun awak tak nampak, awak pandang mana bila jalan?" kata suaminya dengan marah

Mungkin kita juga pernah mengalami keadaan yang hampir sama melalui cerita yang berbeza. Maka hampir kita semua pernah berada dalam keadaan sperti di atas. Makanya kita semua pernah bertuhankan hawa nafsu.

Menuruti hawa nafsu bukan berlaku dalam senario di atas sahaja tetapi setiap hari dalam kehidupan kita. Nafsu yang sudah dipenuhi digantikan dengan nafsu yang lain. Mari kita lihat contoh keadaan yang biasa berlaku pada wanita dan lelaki.

1. Keadaan yang biasa berlaku pada seorang wanita

Apabila mula bekerja , seorang wanita tidak mempunyai banyak baju-baju yang menarik, beg tangan yang cantik untuk digandingkan ketika datang ke tempat kerja. Setiap hari dia melihat rakan-rakan sekerja yang sentiasa mempunyai baju-baju yang cantik. Dia mula berkeinginan menjadi cantik sebegitu. Untuk memenuhi hawa nafsunya  dia akan suka kepada majalah-majalah tentang kecantikan terutamanya fesyen-fesyen. 

Ketika dia mula mendapat wang, dia akan mula memenuhi keinginan hawa nafsunya. Dia mula membeli pakaian-pakaian yang cantik dengan nafsunya itu. Semakin lama dia bekerja dan pendapatannya semakin banyak, semakin hawa nafsu itu terpenuhi. Dia sudah mula mempunyai banyak baju-baju yang cantik dan beg tangan-beg tangan yang cantik-cantik. Itulah yang selalu memenuhi ruang dalam hatinya. Dia merasa bahagia setiap kali memperoleh pakaian yang cantik. 

Malang bagi wanita-wanita sebegini, ia sentiasa duduk dalam hawa nafsunya dan setiap waktu berusaha memenuhi hawa nafsunya untuk kelihatan cantik. Nafsunya tak akan pernah puas. Setelah pakaian cantik pertama dipakai beberapa kali akhirnya dia bosan dengan pakaian itu. Dia mencari pakaian cantik yang lain, yang mungkin kualiti kainnya lebih mahal. Setelah puas dengan itu ia mahu lagi mencari yang lain yang mungkin ada jenamanya pula. Ia akan sentiasa mengikuti fesyen terkini dan hawa nafsunya tidak akan puas sehingga ia membeli pakaian-pakaian mengikut fesyen terkini. Iklan-iklan tudung, pakaian, beg tangan sentiasa menarik perhatiannya untuk memenuhi hawa nafsunya. Wang yang sepatutnya digunakan untuk menjalankan tugas kekhalifahannya kepada ALLAH, digunakan untuk memenuhi nafsunya untuk kelihatan cantik. Dia sudah lari dari tujuan asal dia diciptakan untuk hanya menyembah ALLAH dan menjalankan tugas kekhalifahannya. Dia menuruti hawa nafsunya dan menjadikan nafsunya sebagai Tuhannya sehingga melalaikannya dari tugasnya yang asli iaitu hanya menjadi hamba dan khalifah ALLAH di muka bumi ini.

Ramainya wanita yang termasuk dalam golongan ini. Buktinya bisnes-bisnes yang sangat berkembang maju adalah bisnes pakaian wanita, tudung wanita, kasut wanita, beg tangan wanita dan apa saja aksesori wanita.


2. Keadaan yang biasa berlaku pada seorang lelaki

Seorang lelaki yang mula bekerja tidak mampu membeli kereta. Ia ke tempat kerja dengan menaiki motorsikal. Ia merasa teruja untuk berkereta apabila melihat teman-teman sekerja mempunya kereta. Ia mula ingin memiliki kereta bagi tujuan kegunaan keluarganya. Niat yang baik sekali. Akhirnya berjaya memiliki sebuah kereta proton yang sederhana. Dia bahagia dengan kereta itu dan digunakan sebaik mungkin untuk ke tempat kerja, menghantar isteri ke tempat kerja dan anak-anak ke sekolah atau kemana saja yang diperlukan keluarganya. 

Lama-kelamaan hatinya teruja untuk memiliki kereta yang lebih baik. Melihatkan kawan-kawan berkereta jenama luar negara yang lebih 'trendy' dan bergaya, dia mula bernafsu untuk menukar keretanya. Setiap hari hatinya berbunga-bunga apabila membuka surat-khabar melihat kereta-kereta idamannya diperagakan dengan begitu cantik sekali. Ketika memandu kereta protonnya dia akan mencuri-curi pandang kekasih-kekasih barunya di sebelah kiri dan kanannya yang namanya VIOS dan CIVIC. "Aduh, cantiknya" , bisik hati kecilnya sambil dia memikirnya warna yang terbaik yang akan dipilihnya. Pada malam hari dia sering juga bermimpikan kekasih-kekasih barunya itu. 

Akhirnya dia berjaya memiliki sebuah HONDA CIVIC. Sungguh teruja. Setiap hari mencuci keretanya. Berbagai aksesori dicari untuk mencantikkannya lagi. Dia merasa sungguh bahagia dapat memilikinya. Namun kebahagiaan itu bertahan mungkin selama beberapa tahun sahaja. Honda Civic yang kelihatan sungguh cantik satu waktu dahulu, sudah terasa jemu dan bosan. Mencari alasan menggantikannya. "Terlalu kecil untuk keluargaku yang sudah bertambah ramai", alasan paling mudah digunakan untuk menjustifikasikan keinginan hawa nafsunya. Dia mula melihat iklan-iklan kereta di akhbar-akhbar. yang mana satu pilihan kekasih barunya pula kali ini. Apakah yang namanya ACCORD atau CAMRY. Dia mula melihat berbagai-bagai sudut. Di fikirannya sentiasa memikirkan kereta baru yang akan dimiliki. Allah lalai dari hatinya. Nafsu memliki kereta yang baru memenuhi relung hatinya. Dia mahu segera dipenuhi. 

Malang bagi lelaki sebegini. Dia tidak akan puas dengan ACCORD atau CAMRY. Dia akan sentiasa mahu yang lebih baik lagi setelah itu dipenuhi. Dia akan mencari AUDI, BMW atau BENZ. Dari yang 3-series ke 5-Series tanpa menyedari usianya pun sudah memasuki 5-series dan dia masih bergelut dalam lumpur nafsu yang sangat menjijikkan. Dia lupa kepada tujuan asalnya dijadikan di dunia ini untuk menjadi khalifatul ard, khalifah di muka bumi ini dengan tugasnya akan ditentukan oleh ALLAH sendiri dan akan diketahuinya melalui petunjuk yang masuk ke dalam hatinya. Namun kerana hidupnya terpenuhi dengan mengikuti hawa nafsunya maka itulah Tuhan yang disembahnya. Dia lalai dari mengingati ALLAH sehingga hatinya membatu dan tertutup dari petunjuk ALLAH. 

Malang bagi lelaki dan wanita seperti di atas, kerana hawa nafsunya sentiasa saling berganti dengan kebendaan, pangkat, harta dan keturunan sehingga dia lupa dengan ancaman ALLAH dalam firmanNya yang bermaksud:

"Katakanlah: `Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.` Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.(QS. At Taibah:24)

Dalam hatinya terpenuhi dengan apa saja yang disukai nafsunya seperti mempunyai harta yang banyak, melancong ke luar negara, anak-anak dan cucu-cucu, perniagaan, emas, berlian dan perhiasan dunia sehingga ruhaninya tertutup dari ALLAH. Dia tak kan mampu kembali kepada ALLAH dalam keadaan ini dan sekiranya dia meninggal dunia, pastinya dia kembali dalam keadaan SUUL KHOTIMAH, kematian yang buruk kecuali dia dirahmati dan diampuni ALLAH.

Kesimpulannya 

1. Kita haruslah mengenal nafsu itu agar dia tidak menjadikan kita syirik kepada ALLAH apabila kita menuruti hawa nafsu sehingga melalaikan dari mengingat ALLAH dan melalaikan dari menjalankan tugas kekhalifahan.

2. Nafsu itu menipu. Kebahagiaannya palsu dan bersifat sementara. Dia melalaikan kita dari menuju kebahagian yang sejati iaitu berada dekat dengan ALLAH.

3. Ingatlah janji kita kepada ALLAH dalam surah Ifititah yang kita baca setiap kali di dalam solat, "Innasolati wanusuki wamahyaya wamamati lillahi robbil alamin". Sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku dan matiku adalah untuk ALLAH. Justeru rezeki yang Allah kurniakan adalah untuk menjalankan tugas kekhalifahan kita di dunia ini dan bukannya untuk menurut kehendak hawa nafsu

4. Apabila menyadari hati kita diselimuti hawa nafsu, segeralah lari kepada ALLAH, fafirru ilallah. Duduklah menghadap ALLAH dan bawa jiwa kita menuju ALLAH. Ruh itu boleh berjalan menuju ALLAH. Kata guru saya, datanglah kepada ALLAH sehingga diturunkan rasa tenang ke dalam hati dan insyaALLAH dari ketenangan itu akan turunnya petunjuk ke dalam hati. ALLAH akan membuka hati orang-orang yang beriman dengan cahayaNYA. Kemudian teruskanlah kehidupan ini mengikut petunjuk yang dimasukkan ALLAH ke dalam hati kita berupa ilham dan jangan sekali berpaling daripadanya.

Dari Abdullah bin Mas'ud ia berkata : Rasulullah saw membaca ayat,  Bukankah Allah membuka dada seseorang untuk Islam, dia diatas cahaya dari Tuhannya (Az Zumar 39 : 22).

Kami para bersahabat bertanya : Ya Rasulullah bagaimana dadanya orang itu bisa lapang ? Rasulullah menjawab : Kalau cahaya Allah sudah masuk ke dalam hati seseorang, maka hatinya menjadi lapang dan luas. Kami para sahabat bertanya : Tandanya apa ya Rasulullah ? Jawab Rasulullah saw : Yaitu kembali kepada negeri yang kekal, meninggalkan dunia yang penuh tipuan. Dan mempersiapkan mati sebelum mati kita. "Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata." Q39:22

Nafsu membawa kita kepada dunia tipuan (alam ghurur), zikrullah membawa kita kepada alam yang abadi, yang dekat dengan ALLAH. Tinggalkanlah nafsu yang menipu, kembalilah kepada ALLAH.

‘Astaghfirullahal’adzim, alladzi la ilaha illa huwal hayyul qoyyumu wa atubu ilaih’

(Aku meminta ampun pada Allah yang Maha Agung, tiada tuhan selain Dia yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat pada-Mu).

Aku meminta ampun kepadaMu Ya ALLAh di atas dosa dan kesalahanku menjadikan hawa nafsuku sebagai Tuhan selainmu. Aku mengaku aku salah dan berdosa ya Allah. Aku kembali kepadaMU dengan jiwa yang suci bersih dari hawa nafsu. Aku kembali sebagai ruh suci yang ditiupkan kedalam kerangka tubuh ini. Tiada Tuhan selainMu di hatiku, Tiada Tujuan selainMu dihatiku, Tiada kecintaan selainMu di hatiku kerana hanya KAU sajalah cinta yang asli yang akan kekal selamanya, Kau yang Maha hidup lagi berdiri dengan sendirinya, aku bertaubat kepadaMU, aku kembali menjadi khalifahMu dengan benar.

Wallahuaklam

Ummu Ayman
Madinah
20 April 2015

Jumaat, Februari 07, 2014

ALLAH AJARKAN BAGAIMANA MERASA RINGAN BERIBADAH


Kata Ustaz saya ketika halaqah malam tadi,

Kalau orang yang beriman, ibadah tidak berat kerana ibadah itu sememangnya untuk orang yang beriman. Solat itu untuk orang yang beriman.

Ayat perintah dimulai dengan "Wahai orang-orang yang beriman ..."

Orang yang beriman ibadah jadi ringan. Given, diberikan rasa ringan.

Kalau yang tak beriman ibadah itu dirasakan berat.

Bagaimana untuk kita merasakan ibadah jadi ringan? 

Kalau tuan puan rasa persoalan ini penting berilah sedikit masa membaca tulisan di bawah ini.

Saya tuliskan untuk kumpulan whatsapp saya yang sedang berusaha untuk khusyuk dalam solat. Semoga bermanfaat.

======================

HALAQAH ON-LINE : 7 FEB 2014

======================

Saya sharekan sebelum ini di dalam Kelas Penghayatan solat bezanya zikir dengan solat.

Kalau zikir, tanpa wudhuk pun kita masih boleh terus berzikir. Solat pula kalau kita terlepas angin (terkentut) maka batallah solat. Zikir tidak perlu menutup aurat tapi solat mesti menutup aurat.

Kenapa ada perbezaan sebegini? Apa bezanya zikir dengan solat? Apa ertinya zikir dan apakah ertinya solat?

------------------------------

JOM KITA BONGKARKAN

------------------------------

Lebih mudah kita pelajari dengan analogi sebuah kisah cinta.

Ada sepasang suami isteri baru berumahtangga. Baru dua hari bernikah, suami harus meninggalkan isteri kerana terpaksa keluar kota di Kuantan atas urusan kerja. Isteri ditinggalkan di Kuala Lumpur.

Sisiteri yang ditinggalkan merasa tersangatlah rindu pada suaminya. Setiap saat teringatkan suaminya. Ketika mencuci pinggan macam kelihatan wajah suaminya dipinggan, ketika melalui pintu rumah seolah-olah terdengar suaminya pulang dan memanggilnya. Suaminya tak pernah lepas dari ingatannya. Ingatan yang bukan datang dari fikiran dari dari relung jiwanya yang terdalam dan rasanya seperti menyelebungi seluruh jasad dan persekitarannya. Seperti lagu Dealova, 

kau seperti nyanyian dalam hatiku
yang memanggil rinduku padamu
seperti udara yang kuhela kau selalu ada

selalu ada, kau selalu ada
selalu ada, kau selalu ada

Maka kerana terlalu merindukan suaminya, akhirnya setelah dua hari ditinggalkan siisteri menelefon suaminya meminta izin untuk datang ke Kuantan berjumpa dengan suaminya. 

Betapa siisteri merindui suaminya hingga dengan kerinduan itulah dia mampu datang mahu berjumpa suaminya.

******************************

APA KAITAN DENGAN ZIKIR DAN SOLAT?

******************************

Ketika siisteri yang sgt mencintai suaminya itu ditinggalkan dan siisteri mengingati dan merindui suaminya, maka itu seperti zikir. Bezanya dalam kisah cinta kita, itu ingat suami. Orang yang beriman ingat Allah, ZIKRULLAH. Tapi keadaannya sama, suasana sama, rasanya sama.

Zikir dilidah tanpa ada hubungan batin dengan Allah itu tahap zikir paling rendah. . Zikir tahap paling tinggi adalah seperti pasangan suami isteri yang saling merindui tadi. Walau tidak keluar zikir dilisan tapi kesedaran terhadap yang diingati tak pernah putus 

Kerinduan itu adalah hasil hubungan batin seseorang dengan Allah yang sentiasa berzikir mengingati Tuhannya ibarat pasangan kekasih dalam kisah cinta kita tadi.

Inilah keadaan hubungan batin yang menimbulkan kerinduan hingga tak tertahan mahu datang berjumpa. 

Datang berjumpa itulah ibarat SOLAT.

Dengan rindu yang tak tertahan, siisteri walau susah datang berjumpa suami. Perjumpaan jadi ringan malah dinanti-nanti. Patutlah Rasulullaw saw sentiasa menunggu-nunggu waktu solat. Baginda terlalu merindui ALLAH.

Tanpa kerinduan siisteri tak mampu datang. Bayangkan ada isteri yang sudah 20 tahun menikah, sudah hilang rasa mencintai seperti baru2 berkahwin maka ketika suami keluar outstation tidaklah dia terlalu merindukan suaminya sehingga telefon mahu berjumpa. Perjumpaan yang tidak dinanti-nanti seperti baru mula berkahwin dulu.

----------------------------------------------------------

JADI SOLAT ADALAH DATANG BERJUMPA ALLAH

-----------------------------------------------------------

Maka orang-orang yang beriman datang berjumpa Allah dalam SOLAT dalam keadaan hubungan batin sebegini seperti pasangan kekasih yang saling merindui.

Disusupkan masuk ke dalam jiwanya. 

Seperti rasa yang disusupkan masuk ke dalam relung jiwa terdalam siisteri yang baru bernikah tadi.

********************************************

BUKANKAH KITA PERNAH MENGALAMI RASA BEGINI DAHULU?

********************************************

Allah pernah mengajarkan kita sebenarnya keadaan ini ketika kita bercinta satu waktu dahulu. Kemana2 kita sering teringatkan yang dicintai. Pandang rumah yang macam rumah dia pun hati dah berbunga, dengar nama dia dipanggil hati dah bergetar. Bukankah kita pernah merasakan keadaan zikir seperti ini. Hanya ketika itu zikir ingat kekasih yang dicintai. Sekarang kita tukarkan kepada kekasih yabg sejati yang selayaknya dicintai iaitu Allah. ZIKRULLAH.

Bila siisteri yang ditinggalkan tadi sudah terlalu rindu dan kemudian dia menelefon suaminya. Abang saya dah terlalu rindu. Izinkan saya datang berjumpa Abang ya. Lagi pun Kuantan dan KL bukan jauh sangat. Suaminya mengizinkan. 

Datanglah isteri yang merindui tadi kepada suaminya. 

Datang inilah ibarat SOLAT.

Solat itu datang bertemu Allah, pulang kembali bertemu Allah. Sebuah perjalanan jiwa pulang ke Allah.

Itulah sebab solat mesti ada wudhuk. Tutup aurat, ada adabnya, tak boleh bergerak sesuka hati kerana solat adalah datang berjumpa MAHA RAJA YANG TERAGUNG. Bolehkah berjumpa MAHA RAJA sesuka hati. Maka ada peraturan MAHA RAJA yang mesti dipatuhi.

Kerana kita adalah ruh yang ditiupkan ke dalam jasad ini. Yang datang berjumpa Allah adalah diri kita yang asli, ruhani kita. 

Maka itulah dikatakan solat itu mikrajnya jiwa orang yang beriman kepada Tuhannya.

Hanya yang beriman mampu mikraj.

-----------------------------------------------

SIAPAKAH PULA ORANG YANG BERIMAN?

-----------------------------------------------

Orang yang beriman adalah mereka yang beriman kepada 6 RUKUN IMAN.

Rukun Iman pertama sehingga kelima insyaAllah ramai di kalangan kita tidak menghadapi masalah. Cukuplah sekali kita percaya pada Allah, pada malaikat, pada Al Quran dan kitab2, pada nabi2 dan rasul dan pada hari Qiamat. Sekali kita mempercayainya esok lusa dan seterusnya kita tetap meyakininya. InsyaALLAH tidak ada masalah? 

Namun rukun iman yang keenam iaitu yakin kepada qada dan qadar Allah itu berlaku setiap saat dalam kehidupan kita.

Inilah masalahnya
============

Kita sering mengeluh dengan hal2 yang terjadi dalam hidup kita.

Kita sering berprasangka buruk terhadap taqdir yang menimpa kita.

Contohnya ketika kita tersalah jalan dalam kesesakan jalanraya, kita terus katakan kepada diri kita, patutnya aku tak ambil jalan ini. Kita salahkan pilihan kita, kita salahkan keadaan dan sebagainya. Kita jarang menyedari bahawa atas setiap yang berlaku ada kehendak dan ketentuan ALLAH. 

Bila anak demam kita katakan, "kan mak dah kata jangan main hujan, kan dah demam". 

Dan banyak lagi contoh-contoh yang menunjukkan kita sering gagal dengan rukun iman yang keenam ini.

Kita gagal pasrah dan berserah kepada kehendak ALLAH. Kita gagal melihat bahawa Allah ada dibalik setiap kejadian dan setiap kejadian itu adalah kehendakNya.

Dalam al Quran ada disebutkan, orang-orang yang beriman adalah orang-orang yang apabila ditimpa musibah dia mengatakan innalillahi wainnailaihi rojiuun.

Dari Allah aku datang dan kepada Allahlah aku dikembalikan.

Orang inilah yang jiwanya mampu rojiiuun. Mampu pulang jiwanya menuju Allah. Dia beriman kepada takdir serta ketentuan ALLAH dan rukun-rukun Iman yang lainnya.

*****************************
JIWA YANG TENANG DISAMBUT ALLAH

*****************************

Lihat satu lagi ayat dalam Al Quran. Allah menyebutkan yang maksudnya:

"Wahai jiwa yang tenang, (nafsul mutmainnah) pulanglah (irjii) dengan redha lagi diredhaiNya. Masuklah ke dalam jemaah hamba2Ku, masuklah ke dalam syurgaKu" 

(Al- Fajr: 27 - 30)

Perhatikan betul-betul ayat ini. Ini adalah ayat sambutan Allah pada jiwa yang pulang. Pulang ketika bila? Pulang ketika mati, tidur dan solat.

Siapa yang mampu pulang dan disambut Allah?

Lihat kembali ayat tadi. Iaitu

1. Yang jiwanya tenang
2. Yang redha ataupun ikhlas dengan apa saja kehendak Allah.

Yang kedua saya dah terangkan tadi tentang qada dan qadar.

Sekarang izinkan saya terangkan yang pertama pula iaitu jiwa yang tenang yang mampu pulang disambut ALLAH

---------------------------------------------------

BAGAIMANA MENCAPAI JIWA YANG TENANG?

---------------------------------------------------

Jiwa yang tenang itu adalah jiwa yang telah disucikan. Ia suci dari hawa nafsu yang mengajak kepada kejahatan, ia suci dari dosa dan maksiat.

Jiwa yang telah kembali bertaubat kepada Allah dan Allah menghapuskan dosa dan kesalahannya.

Itulah sebab Rasulullah saw menyarankan kita sering beristighfar kepada Allah.

******************************************

JIWA YANG TENANG TIDAK LALAI DARI MENGINGATI ALLAH

******************************************

Jiwa yang sering lalai atau terlepas dari Allah tidak ada hubungan batin dengan Allah seperti isteri yang ditinggalkan tadi. Jiwa ini seperti isteri yang sudah berkahwin 20 tahun, suaminya tak selalu dalam hatinya lagi.

Jiwa orang yang beriman ia tidak putus dari mengingati Allah. Dalam Al Quran surah Az Zukhruf ayat 36 - 37, ada menyebutkan apabila kita berpaling dari peringatan Tuhan yang Maha Pemurah maka Allah mendatangkan dalam jiwa kita syaitan yang menjadi teman dalam hati kita.

"Dan barangsiapa berpaling dari pengajaran Allah Yang Maha Pengasih ( Al-Qur’an ), Kami biarkan setan ( menyesatkannya ) dan menjadi teman karibnya.

Dan sungguh, mereka ( setan-setan itu ) benar-benar menghalang-halangi mereka dari jalan yang benar, sedang mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk."

Bila kita lalai maka syaitanlah yang ada dalam jiwa kita maka kita disusupkan masuk ilham fasik.

Namun bagi yang jiwanya tak putus dari Alllah maka Allah memasukkan ilham taqwa dalam jiwanya.

Jiwanya disucikan setiap waktu.

Ayatnya

Allah berfirman (maksudnya): "Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya,sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya"

(As-Syam 91:8-10)

Maka untuk mencapai solat yang khusyuk kita mesti memiliki jiwa yang suci ini. Hanya jiwa yang suci ini yang akan diperjalankan Allah untuk mikraj menujuNya (Rujukan kitab Al-Khusyuk Fil Solah oleh Dr Syed Bin Ali dan Kitab Madarijussalikin oleh Ibnu Qoyyim)

Inilah jiwa yang sentiasa mengingati Allah bukan dengan lisan tapi jiwa yang tak putus hubungan dengan Allah seperti kisah cinta pasangan suami isteri itu.

Mesti sampai ke tahap itu.
================

Ramai peserta kursus saya mengatakan kepada saya, "Susahlah ummi untuk sentiasa ingat Allah. Bila kita buat kerja dipejabat, kita lupa kepada Allah"

Mari kita tanya pasangan isteri yang merindui suaminya dalam kisah cinta kita tadi, kita tanyakan begini, "Susah ke awak nak ingat suami awak masa awak buat kerja, basuh pinggan, jumpa orang?"

Apakah agak-agaknya jawapan yang akan diberikan? "Eh tak susahlah. Sebab saya selalu ingat kat dia" Kenapa jawapannya sebegini kerana ingat itu bukan dibuat-buat bukan difikiran tapi dalam seluruh jiwanya.

Kenapa senang dia nak ingat pada suaminya yang sangat dicintai? Kerana cinta itu disusupkan masuk kedalam jiwanya oleh Allah. Its given. Cuba fikir bagaimana kita boleh jatuh cinta dulu?

Apa jawapan kita? Tak tahu, tahu2 saja aku sudah jatuh cinta 

Sekarang bolehkah keadaan sebegini kita dapat dengan Allah. Given. Disusupkan.

=========================================

BAGAIMANA MENDAPATKAN KEADAAN MENCINTAI ALLAH DAN MENGINGATINYA SETIAP WAKTU?

=========================================

Dengan AMALAN.

Apa amalannya?

Zikir kepada Allah secara tetap dan konsisten paling kurang 30 minit di waktu pagi sebelum matahari terbit dan di antara Maghrib dan Isyak.

Inilah sunnah Rasulullah saw, para sahabat, tabiin dan ulamak2 yang seterusnya. Inilah amalan mereka.

Ada hadis-hadisnya nya dalam kitab-kitab. Kita sudah jauh meninggalkan amalan berzikir kepada Allah ini.

Zikir kita kosong, rasa terpaksa akhirnya bosan
Amalan berzikir inilah yang perlu kita beri tumpuan untuk membawa kita kepada kekhusyukan dalam solat

Tetapkan istiqomah berzikir selepas subuh menghadap Allah dan di antara Maghrib dan Isyak. Ini minimanya.

Berapa lama?
========

Kalau mengikut sunnah Rasulullah saw, sampai matahari terbit tapi kalau tak boleh pun paling minima 10 minit setiap pagi total menghadapkan jiwa kepada ALLAH. Diam seperti bertafakur menghubungkan jiwa dengan ALLAH.

Kemudian antara maghrib dan isyak. Jangan bangun sampai masuk waktu Isyak.

Allah berulang-ulang-ulang kali menyuruh kita berzikir sebanyak2nya. Ini disebut dalam banyak ayat al quran.

InsyaAllah dengan adanya amalan zikir yang istiqomah begini jiwa kita insyaAllah semakin jernih dan semakin suci.

Apabila kita melakukan kesalahan akan kita akan mudah terasa bersalah dan segera bertaubat. 

InsyaAllah akhirnya nanti jiwa kita berzikir sendiri tanpa dipaksakan. Kita jadi diingatkan Allah untuk sentiasa mengingati Nya. Sebenarnya Allah lah yang mengingati kita dan Dialah yang menyusupkan masuk cinta dan rindu kepadaNya.

Akhirnya akan menjadi keadaan given tadi. Cinta dan rindu kepada Allah disusupkan masuk ke dalam jiwa kita.

Allah tak pernah putus dalam kesadaran kita walau dalam keadaan apapun kita berada.

Nah sekarang pulang lah menuju Allah dalam solatmu.

Rasakanlah sambutannya.

Tidak akan ada kebahagian di dunia yang mampu menandingi kebahagiaan disambut ALLAH di dalam solat dan pada waktu itu saya yakin dirimu akan berkata: 

CUKUPLAH ALLAH BAGIKU. 

Semoga bermanfaat
www.ummuayman.blogspot.com

p.s Untuk belajar lebih lanjut, hadirlah ke kursus-kursus solat yang sudah kami susun dan program-program ini adalah percuma. Kerana tak mampu menulis semuanya di sini. Info ada di fb saya Noraliza Abdul Latif