POS TERKINI

Rabu, Disember 15, 2010

Allah Ajarkan Membawa Jiwa MenghadapNya

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,


Dengan NamaMu Ya Allah Yang Maha Pemurah, Maha Mengasihi, Maha Mencintai, Maha Luas tak terperi dan yang sentiasa dekat dengan kami. KeranaMu Ya Allah kami hidup, kami mati ... ikhlaskan hati kami ya Allah ketika kesusahan menyelebungi dan juga ketika kesenangan datang menghambakan diri ... Agar setiap jantung kami yang berdegup ini tidak ia berdegup untuk selainMu ...


Bertemu kembali sahabat semua, di alam maya ... Tidak kira di mana juga sahabat berada, saya berdoa agar sahabat dirahmati dan dicintai Allah, dilapangkan dada, dituntun kejalanNya, dimurahkan rezeki, sihat jasad dan jiwa serta bersungguh-sungguh dalam melakukan apa saja : )


Pada hari ini saya ingin berkongsi kefahaman tentang bagaimana membawa jiwa kita menghadap Allah terutamanya di dalam solat.


Kita terdiri dari jasad dan jiwa (ruh). Kita sebenarnya adalah jiwa itu (ruh) yang nantinya akan dipanggil Allah kerana ianya adalah milik Allah dan pasti akan satu hari dipanggil Allah.


Setiap kali kita solat, Allah memanggil jiwa kita untuk datang kepadaNya, bukan sekadar jasad. Tapi sekian lama yang datang menghadap Allah hanyalah jasad kita tetapi tidak jiwa kita. Justeru kita harus belajar untuk datang kepada Allah dengan jiwa kita bukan sekadar jasad. Kita harus belajar mengaktifkan jiwa kita.

Pada hakikatnya selama ini jiwa kita telah sering kali juga kita aktifkan. Contohnya ketika menghadapi musibah, bayangkan bagaimana jiwa kita menghadap Allah. Seluruhnya kita hadapkan ke Allah, tidak memikirkan yang lain, kita total memohon pada Allah. Ketika kita membawa kereta (setelah bertahun-tahun pandai membawa kereta), jiwa kita yang mengendalikannya. Bayangkan bagaimana kita mengelak sesuatu ketika memutarkan stering, kita mengelakkan dengan jiwa kita terlebih dahulu. Bayangkan pula ketika kita bersukan dulu, kita bermain bola atau bola jaring atau acara olahraga lumba lari. Cuba bayangkan betapa jiwa kita yang berlari ke sana ke sini dan badan kita hanya ikutkan saja. Kita mengikut jiwa kita selama ini. Ketika kita mendapat keputusan yang baik dalam pelajaran atau mendapat kenaikan pangkat, jiwa kita bahagia dan seluruh tubuh kita akan ikut bahagia. Ketika kita marah, jiwa kita tak tertahan rasanya dan badan kita akan ikut marah (ada kalanya sampai ada yang menggeletar kerana kemarahan). Itu antara contoh-contoh bagaiman kita sudah pernah dan biasa mengaktifkan jiwa.



Hakikatnya kita semua punya jiwa dan kita sudah biasa mengaktifkan jiwa kita. Justeru yuk kita bawa jiwa kita mengadap Allah ketika solat. Hadapkan wajah ke Allah (mengadap kiblat). Jasad sudah siap, sekarang siapkan jiwa untuk berjalan menujuNya. Bawa jiwa kita ke Allah, tinggalkan jasad ini, dan perlahan-lahan bawa jiwa ke Allah. Kita akan dapat merasakan gerakan dari dalam ... ada yang bergerak ... menuju yang tak terbatas. Kerana kita belum mahir, lakukan dengan perlahan-lahan dan rasakan ada gerakan dari dalam. Bawa jiwa itu menuju DIA YANG TAK TERBATAS .


Sekarang takbirlah ... Allahuakbar .. tangan hanya sampai di dada (untuk perempuan) tapi jiwa terus mikraj ke Allah. Perlahan-lahan bacalah doa iftitah, bacalah dengan jiwa kita, bacaan dari jiwa lain dari bacaan hanya dari mulut. Sambung dengan al fatihah dan ayat yang mudah sambil jiwa terus bergerak ke ALLAH (jiwa dituju ke Allah).

Seterusnya bawa jiwa untuk tunduk dan rukuk, biarkan dia turun untuk rukuk dan badan akan mengikut saja. Lakukan dengan perlahan dan rasakan ada gerakan yang membawa jasad kita untuk rukuk. Kita rukukkan jiwa kita, selama ini hanya jasad saja kita bawa untuk rukuk. Setelah kita jatuh untuk rukuk, perlahan-lahan letakkan tangan di atas lutut dan bawa jiwa terus ke Allah dengan dalamnya, terus, terus, terus jangan berhenti, terus ke ALLAH dan kita akan dibawa ke satu daerah yang sangat dalam, luas tak terbatas ….


Bangkitlah untuk iktidal dan bangkit juga dengan jiwa, jiwa akan bangkit dulu dan badannya akan ikut kemudian, serahkan segala pujian ke ALLAH (jiwa yang menyerahkan pujian ke ALLAH)


Kemudian bawalah jiwa kita untuk sujud ke ALLAH, dia akan segera untuk sujud, belum jasad kita sampai ke bawah, jiwa sudah sampai. Dan terus sujud … dengan dalamnya, terus bawa jiwa untuk sujud sehingga kita akan rasa ada gerakan ke bawah sehingga merasa menembus bumi hingga dalam yang luas tak terbatas. Rasakan ketenangan yang dialirkan Allah ke dalam jiwa ketika itu, biarkan, rasakan, nikmatilah keindahan sujud itu …. Tidak mahu bangun dari sujud? Ya begitulah nikmatnya yang tak terperi ... Teruskan sujud dengan dalam. Kemudian dengan jiwa itu pujilah ALLAH dengan bacaan subhanarabbiyal ‘ala wabihamdi.


Bangun dari sujud dan bawa jiwa untuk duduk … jiwa akan duduk dengan sopan dan akan terus rasa dilihat ALLAH tanpa hentinya. Tidak perlu kita bersusah payah untuk merasa dilihat ALLAH. Bila kita pergi ke ALLAH dengan jiwa kita, otomatisnya akan rasa jiwa dilihat ALLAH kerana yang merasa itu adalah jiwa dan dia sedang menuju ke ALLAH yang luas tak terbatas dan yang yang sangat menenangkan jiwa apabila bertemuNYA. Tidak perlu dipaksa untuk sedar ke ALLAH kerana yang sedar itu adalah jiwa dan apabila jiwa itu di bawah ke ALLAH pasti dia sedar ke ALLAH sebab dia sedang ke ALLAH.

Bacalah bacaan duduk antara dua sujud dengan jiwamu … kemudian bawa jiwa itu sujud kembali dan duduk tahiyat akhir bagi memberikan penghormatan tertinggi kepada ALLAH dan salam hormat buat Rasulullah saw, para sahabat dan para solihin …

Diakhiri dengan salam juga dengan jiwamu ...

Sahabat yang dirahmati Allah, jiwa yang sentiasa ke ALLAH itulah jiwa yang mengingati ALLAH; maka di berikan ketenangan dan dilimpahi cahaya ALLAH yang akan membimbing jiwa itu … Jiwa yang tidak bisa melihat … tapi dibimbing oleh YANG MAHA MELIHAT.

Bagaimana untuk membawa jiwa total ke ALLAH?. Ingatilah bagaimana Siti Hajar membawa jiwanya ke ALLAH apabila sudah tidak ada pergantungan pada suami, pada air, pada makanan, atau pada sesiapa saja. Hanya ada ALLAH dan jiwa itu di bawa total menyerah ke ALLAH.

Apabila terasa tidak sedap di dalam jiwa (tidak tenang), berhenti dan bawa jiwa ke ALLAH untuk bertanyakan. Allah akan mencampakkan ketenangan ke dalam jiwa itu dan kemudian insyaAllah di berikan petunjuk.

Catatan ini sempat saya catitkan ketika saya mengikuti Pelatihan Solat Khusyuk oleh Pak Ustaz Abu Sangkan di Kuching, Serawak. Alhamdulillah ianya adalah satu kefahaman yang saya kongsikan. Semoga dapat juga dipindahkan ke dalam bentuk kefahaman juga. Sekadar ini dulu penulisan kali ini. Semoga sahabat sentiasa tenang, bahagia dan sabar selalu ; )

Hanya Allah Yang Maha Mengetahui

Sabtu, Disember 04, 2010

Allah Ajarkan Aku Punya Tuhan

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Dengan namaMu Allah Yang Maha Mengajarkan kami, Yang Memproses kami menjadi lebih baik ... apa khabar sahabat semua? Semoga sentiasa berada di dalam jiwa yang tenang agar bila tiba masa dipanggil Allah, insyaAllah jiwa yang tenang itu sentiasa siap untuk kembali padaNya.
Saya sangat letih hari ini apabila seharian bersama anak-anak peserta I love Solat tapi saya kuatkan menulis pada malam ini kerana sudah beberapa hari agak tertangguh hasrat untuk menulis tajuk ini dan berkongsi pengalaman yang sangat luar biasa yang saya alami dalam seminggu dua ini.

Saya menerima ujian dari Allah dari hampir segenap penjuru hidup saya. Dengan jadual saya yang ketat dengan berbagai assignment yang perlu disiapkan saya dihadapkan Allah dengan berbagai masalah. Mungkin dengan kepenatan yang saya alami saya agak sensitif dengan perkara-perkara yang sebelum ini mungkin saya pandang kecil. Saya merasa sangat tertekan dan ada kalanya saya tidak dapat menahan airmata.

Alhamdulillah, di dalam keadaan tertekan itu saya difahamkan Allah ... bukankah kau punya Tuhan! Saya disedarkan ... sekiranya kau punya Tuhan, ayuh bergantung padaNya ... Allah tidak akan salah dalam mentakdirkan sesuatu. Dalam kesedaran itu, saya terus menyandarkan jiwa kepadaNya ... Saya terus bergantung padaNya ... Saya yakin ALLAH pasti akan menguruskan semua yang sedang saya hadapi pada waktu itu ... Sekejapan itu segala masalah saya rasa ringan ... keresahan terus hilang ... Ya saya punya Tuhan, apa yang saya rungsingkan ... Tuhan saya akan menguruskanNya ... ada yang mahu menganiya saya? Saya punya Tuhan, hati-hati : ) Tuhan saya akan menguruskannya ... ada yang memfitnah saya? Apa yang saya resahkan, Tuhan saya akan menguruskannya ... ada yang bypass saya ... silakan, saya punya Tuhan ... Dia yang menulisNya dan Dia pasti akan menjaga saya ... Dia tempat saya berlindung, Dia tidak akan menganiaya saya ...

Saya teringat cerita yang disampaikan Pak Ustaz Abu Sangkan. Kata Pak Ustaz, bayangkan orang yang punya jin dan yakin bahawa jin itu akan membantunya, melindunginya ... Pasti orang ini tidak akan resah gelisah, dia akan bangun pagi dengan penuh keyakinan dan tidak akan takut dalam menghadapi apa juga kerana yakin dia ada jin yang akan menjaga dan melindunginya ...

Mana hebat jin dengan Allah ... Mana hebat orang yang punya jin dengan orang yang punya Allah ... Pasti lebih hebat orang yang punya ALLAH ... kerana Allah itu yang MAHA BERKUASA .. dan ALLAH itu memang YANG MAHA MELINDUNGI ... MAHA MENJAGA ... MAHA MEMBERI REZEKI ... Justeru kenapa kita selalu dirundung resah dan gelisah ... mungkin kita tidak berapa yakin sesungguhnya KITA PUNYA ALLAH!
Sahabat yang dirahmati Allah, sungguh hebat hasil sesuatu ujian yang Allah beri pada kita. Disebalik Ujian itu adalah kefahaman dan keyakinan yang dimantapkan ALLAH di dalam jiwa kita. Tanpa ujian, kita mungkin hanya sekadar tahu di kepala tapi tidak terbenam di dalam hati sanubari sehingga lebur di dalam diri dan keluar sebagai tindakan. Iman itu bukan berada di dalam buku-buku agama yang kita baca ... Iman itu berada di dalam jiwa orang-orang yang diproses Allah melalui berbagai cara .... dan salah satunya adalah ujian yang disediaNya ...


Tidak ada pengalaman yang dapat dibandingkan hasilnya berbanding pengalaman melalui ujian-ujian yang ALLAH letakkan di dalam kehidupan kita. Ayuh, bila ujian datang, jangan resah lagi ... bersiaplah untuk menerima anugerah keimanan dari ALLAH insyaALLAH bila kita lulus menghadapinya.


Terima kasih ALLAH, kami sangat bersyukur kepadaMU ... Tiada resah lagi... kerana KAMI PUNYA TUHAN!

Hanya ALLAH yang Maha Mengetahui