POS TERKINI

Ahad, Mac 14, 2010

Allah Ajarkan Tentang Memberi

Assalamualaikum wr. wb.


Alhamdulillah, mari kita bersyukur kepada Allah ... terima kasih Allah kerana memilih kami menjadi hambaMu ... sungguh besar nikmat dipilih menjadi hambaMu ... sebesar-besar lagi nikmat itu dengan kurnia iman di dalam hati kami .. memahatkan keyakinan bahawa tiada Tuhan selainMu Ya Allah ... segala puji bagi mu Ya Allah Yang Maha Menciptakan segala di langit dan dibumi dengan sifat Ar-RahmanMu .. Kami mulai dengan menyebut namaMu Yang Maha Pemurah lagi Maha Mengasihani ... Bismillahirrahmannirrahim ...


Baru-baru ini saya menghadiri latihan di Shah Alam Selangor. Sangat berbekas di hati saya diajarkan Allah tentang hidup memberi .... Salah seorang trainer di dalam sesi latihan itu menceritakan tentang small kindness ... katanya bila kita lalu tol, apa salahnya sekali sekala kita beri duit RM5 dan kitakan keep the change ... atau bila kita pergi makan kat kedai mamak, apa salahnya sebelum kita balik, kita kumpulkan pinggan-pinggan agar mudah diangkat oleh mat Bangladesh yang begitu penat bekerja dengan gaji yang kecil ... Kita bukan membantu taukeh kedai mamak itu tetapi kepada pekerja-pekerjanya yang begitu penat bekerja sehingga larut pagi ... Bila kita menginap di hotel, apa salahnya bila kita mahu check out kita kumpulkan tuala, kain cadar yang kotor di satu tempat untuk memudahkan cleaner itu membersihkan bilik ... Itulah perkara-perkara yang kita mungkin kita nampak sekadar terlepas pandang tetapi kita bukan saja terlepas pandang tetapi terlepas peluang melakukan amalan-amalan yang dicintai Allah ...


Pengajaran Allah kepada saya berkaitan perkara ini tidak terhenti di sini saja ... Alhamdulillah Allah gerakkan hati saya untuk membaca emel dari Pak Yusdeka yang bertajuk Amalan yang dicintai Allah ...


Kata Pak Deka kalau kita ingin berbincang berkenaan amalan yang dicintai Allah yang boleh kita lakukan pada waktu sekarang ini sangatlah banyak dan mudah untuk dilakukan. Sebab menurut Pak Deka amal adalah sebagai segala perbuatan baik yang boleh kita lakukan saat apapun juga. Amalan itu adalah performance atau kualiti kebaikan yang kita jalani sehari-hari. Dan insyaAllah kita akan mendapatkan cinta Allah di atas kebaikan yang kita lakukan itu. Kita tidak perlu menunggunya sampai di akhirat kelak untuk mendapatkan cinta Allah itu. Wujud cinta Allah itu kepada kita itu adalah, kita dialiri oleh Allah dengan kesadaran penuh dan utuh atas keberadaan dan kehadiran kita didunia ini, dan kemudian dipancarnya pula dengan gelombang gelombang rasa kasih sayang, rasa suka cita yang dalam, dan rasa damai yang mencekam, sehingga dalam setiap tindakan kita akan terasa sekali tidak ada kekhawatian dan ketakutan sedikitpun yang menyertainya. Sebuah suasana dan sikap hidup yang menurut Al Qur'an hanya dimiliki oleh wali-wali Allah kata Pak Deka.

Sebenarnya suasana dan sikap hidup seperti ini pulalah yang kita mahukan disetiap saat bukan?. untuk menjadi hamba yang dicintai Allah dengan hati yang penuh tenteram. Maka bersedialah untuk dituntun dan diajari oleh Allah sendiri. Lalu amalan macam apa yang harus kita lakukan?.Nggak usah sulit-sulit bilang Pak Deka. Saat kita mengendarai kenderaan, misalnya, rajin-rajinlah kita melihat kepinggir jalan, kalau-kalau ada orang yang sedang ketakutan untuk menyeberangi jalan. Maklumlah pengguna jalanraya di negara-negara Asia Tenggara ini tak macam di sebelah barat sana yang sangat mengambil berat dengan penjalan kaki. Lihat ada tak didalam dada kita ini dilletakkan oleh Allah RASA INGIN untuk membahagian orang yang sedang ketakutan menyeberang jalan itu. Kalau ada, ikuti saja rasa ingin itu dengan cara kita berhenti sejenak untuk memberikan kesempatan kepada orang yang ingin menyeberang itu untuk menyeberang ke sisi jalan yang lain. Kalau perlu kata Pak Deka, kita langsung berbicara dengan Allah: "siap ya Allah..., hamba siap menjalankan titah yang telah Paduka tanamkan kedalam dada hamba". Lalu dengan membaca bismillah (cukup didalam hati saja), atas nama Allah, dengan nama Allah, atas perintah Allah, kita persilakan dia menyeberang dengan lambayan tangan yang lembut sambil kita tersenyum pula kepadanya. Membaca bismillah yang sederhana itu begitu pentingnya sebenarnya kata Pak Deka kerana bacaan bismillah itu akan melepaskan kita dari pengakuan bahwa kitalah yang telah menolong orang tersebut untuk bisa menyeberang. Bacaan Bismillah itu akan mencabut RASA ANGKUH kita. Oleh karena kita tidak angkuh, kita kosong dari pengakuan, maka saat itu pulalah dada kita akan dirembesi oleh Allah dengan rasa sukacita yang amat sangat. Rasa aman orang yang menyeberang itu, dan senyuman balasannya (kalau ada) akan singgah pula kedalam dada kita melahirkan rasa sukacita yang hanya dapat dirasakan daripada dibicarakan. Akan tetapi begitu kita tidak bersedia melaksanakan RASA INGIN untuk menolong si penyeberang jalan yang sedang ketakutan itu, kita tidak berhenti dan tidak mempersilahkan orang tersebut untuk menyeberang, maka hari-hari berikutnya Allah mencabut rasa ingin menolong orang tersebut dari dada kita. Dada kita menjadi kering. Rasa ingin untuk menolong orang yang kesulitanpun dihari-hari berikutnya akan hilang dari dalam dada kita. Sikap kita ketika kita melihat seseorang yang sedang ketakutan untuk menyeberang jalan didepan kita sama dengan sikap seekor kucing melihatnya. Mata sikucing melihat, tapi dia tidak punya respon apa-apa. Lalu apakah bedanya kita dengan kucing kalau begitu?. Sebaliknya, kalau rasa ingin berbuat baik yang tiba-tiba ditanamkan oleh Allah kedalam dada kita itu kita jalankan, maka dihari-hari berikutnya Allah akan berkenan pula untuk menanamkan rasa ingin berbuat baik berikutnya dan berikutnya tanpa perlu kita pikir-pikirkan terlebih dahulu. Rasa ingin itu seperti disusupkan begitu saja kedalam dada kita, yang dalam istilah agama islam disebut sebagai ILHAM atau WAHYU untuk berbuat kebaikan.

Subhanallah, begitulah sedikit sebanyak yang dapat saya petik dari emel Pak Deka yang dihantar ke dzikrullah.com group.

Amat bermakna hidup memberi .. kerana itulah sebenarnya hakikat kita di dunia ini ... menjalankan perintah dari Yang Maha Mulia Raja Yang Maha Agong ....

Hanya Allah Yang Maha Mengetahui

0 comments: