POS TERKINI

Rabu, Disember 15, 2010

Allah Ajarkan Membawa Jiwa MenghadapNya

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,


Dengan NamaMu Ya Allah Yang Maha Pemurah, Maha Mengasihi, Maha Mencintai, Maha Luas tak terperi dan yang sentiasa dekat dengan kami. KeranaMu Ya Allah kami hidup, kami mati ... ikhlaskan hati kami ya Allah ketika kesusahan menyelebungi dan juga ketika kesenangan datang menghambakan diri ... Agar setiap jantung kami yang berdegup ini tidak ia berdegup untuk selainMu ...


Bertemu kembali sahabat semua, di alam maya ... Tidak kira di mana juga sahabat berada, saya berdoa agar sahabat dirahmati dan dicintai Allah, dilapangkan dada, dituntun kejalanNya, dimurahkan rezeki, sihat jasad dan jiwa serta bersungguh-sungguh dalam melakukan apa saja : )


Pada hari ini saya ingin berkongsi kefahaman tentang bagaimana membawa jiwa kita menghadap Allah terutamanya di dalam solat.


Kita terdiri dari jasad dan jiwa (ruh). Kita sebenarnya adalah jiwa itu (ruh) yang nantinya akan dipanggil Allah kerana ianya adalah milik Allah dan pasti akan satu hari dipanggil Allah.


Setiap kali kita solat, Allah memanggil jiwa kita untuk datang kepadaNya, bukan sekadar jasad. Tapi sekian lama yang datang menghadap Allah hanyalah jasad kita tetapi tidak jiwa kita. Justeru kita harus belajar untuk datang kepada Allah dengan jiwa kita bukan sekadar jasad. Kita harus belajar mengaktifkan jiwa kita.

Pada hakikatnya selama ini jiwa kita telah sering kali juga kita aktifkan. Contohnya ketika menghadapi musibah, bayangkan bagaimana jiwa kita menghadap Allah. Seluruhnya kita hadapkan ke Allah, tidak memikirkan yang lain, kita total memohon pada Allah. Ketika kita membawa kereta (setelah bertahun-tahun pandai membawa kereta), jiwa kita yang mengendalikannya. Bayangkan bagaimana kita mengelak sesuatu ketika memutarkan stering, kita mengelakkan dengan jiwa kita terlebih dahulu. Bayangkan pula ketika kita bersukan dulu, kita bermain bola atau bola jaring atau acara olahraga lumba lari. Cuba bayangkan betapa jiwa kita yang berlari ke sana ke sini dan badan kita hanya ikutkan saja. Kita mengikut jiwa kita selama ini. Ketika kita mendapat keputusan yang baik dalam pelajaran atau mendapat kenaikan pangkat, jiwa kita bahagia dan seluruh tubuh kita akan ikut bahagia. Ketika kita marah, jiwa kita tak tertahan rasanya dan badan kita akan ikut marah (ada kalanya sampai ada yang menggeletar kerana kemarahan). Itu antara contoh-contoh bagaiman kita sudah pernah dan biasa mengaktifkan jiwa.



Hakikatnya kita semua punya jiwa dan kita sudah biasa mengaktifkan jiwa kita. Justeru yuk kita bawa jiwa kita mengadap Allah ketika solat. Hadapkan wajah ke Allah (mengadap kiblat). Jasad sudah siap, sekarang siapkan jiwa untuk berjalan menujuNya. Bawa jiwa kita ke Allah, tinggalkan jasad ini, dan perlahan-lahan bawa jiwa ke Allah. Kita akan dapat merasakan gerakan dari dalam ... ada yang bergerak ... menuju yang tak terbatas. Kerana kita belum mahir, lakukan dengan perlahan-lahan dan rasakan ada gerakan dari dalam. Bawa jiwa itu menuju DIA YANG TAK TERBATAS .


Sekarang takbirlah ... Allahuakbar .. tangan hanya sampai di dada (untuk perempuan) tapi jiwa terus mikraj ke Allah. Perlahan-lahan bacalah doa iftitah, bacalah dengan jiwa kita, bacaan dari jiwa lain dari bacaan hanya dari mulut. Sambung dengan al fatihah dan ayat yang mudah sambil jiwa terus bergerak ke ALLAH (jiwa dituju ke Allah).

Seterusnya bawa jiwa untuk tunduk dan rukuk, biarkan dia turun untuk rukuk dan badan akan mengikut saja. Lakukan dengan perlahan dan rasakan ada gerakan yang membawa jasad kita untuk rukuk. Kita rukukkan jiwa kita, selama ini hanya jasad saja kita bawa untuk rukuk. Setelah kita jatuh untuk rukuk, perlahan-lahan letakkan tangan di atas lutut dan bawa jiwa terus ke Allah dengan dalamnya, terus, terus, terus jangan berhenti, terus ke ALLAH dan kita akan dibawa ke satu daerah yang sangat dalam, luas tak terbatas ….


Bangkitlah untuk iktidal dan bangkit juga dengan jiwa, jiwa akan bangkit dulu dan badannya akan ikut kemudian, serahkan segala pujian ke ALLAH (jiwa yang menyerahkan pujian ke ALLAH)


Kemudian bawalah jiwa kita untuk sujud ke ALLAH, dia akan segera untuk sujud, belum jasad kita sampai ke bawah, jiwa sudah sampai. Dan terus sujud … dengan dalamnya, terus bawa jiwa untuk sujud sehingga kita akan rasa ada gerakan ke bawah sehingga merasa menembus bumi hingga dalam yang luas tak terbatas. Rasakan ketenangan yang dialirkan Allah ke dalam jiwa ketika itu, biarkan, rasakan, nikmatilah keindahan sujud itu …. Tidak mahu bangun dari sujud? Ya begitulah nikmatnya yang tak terperi ... Teruskan sujud dengan dalam. Kemudian dengan jiwa itu pujilah ALLAH dengan bacaan subhanarabbiyal ‘ala wabihamdi.


Bangun dari sujud dan bawa jiwa untuk duduk … jiwa akan duduk dengan sopan dan akan terus rasa dilihat ALLAH tanpa hentinya. Tidak perlu kita bersusah payah untuk merasa dilihat ALLAH. Bila kita pergi ke ALLAH dengan jiwa kita, otomatisnya akan rasa jiwa dilihat ALLAH kerana yang merasa itu adalah jiwa dan dia sedang menuju ke ALLAH yang luas tak terbatas dan yang yang sangat menenangkan jiwa apabila bertemuNYA. Tidak perlu dipaksa untuk sedar ke ALLAH kerana yang sedar itu adalah jiwa dan apabila jiwa itu di bawah ke ALLAH pasti dia sedar ke ALLAH sebab dia sedang ke ALLAH.

Bacalah bacaan duduk antara dua sujud dengan jiwamu … kemudian bawa jiwa itu sujud kembali dan duduk tahiyat akhir bagi memberikan penghormatan tertinggi kepada ALLAH dan salam hormat buat Rasulullah saw, para sahabat dan para solihin …

Diakhiri dengan salam juga dengan jiwamu ...

Sahabat yang dirahmati Allah, jiwa yang sentiasa ke ALLAH itulah jiwa yang mengingati ALLAH; maka di berikan ketenangan dan dilimpahi cahaya ALLAH yang akan membimbing jiwa itu … Jiwa yang tidak bisa melihat … tapi dibimbing oleh YANG MAHA MELIHAT.

Bagaimana untuk membawa jiwa total ke ALLAH?. Ingatilah bagaimana Siti Hajar membawa jiwanya ke ALLAH apabila sudah tidak ada pergantungan pada suami, pada air, pada makanan, atau pada sesiapa saja. Hanya ada ALLAH dan jiwa itu di bawa total menyerah ke ALLAH.

Apabila terasa tidak sedap di dalam jiwa (tidak tenang), berhenti dan bawa jiwa ke ALLAH untuk bertanyakan. Allah akan mencampakkan ketenangan ke dalam jiwa itu dan kemudian insyaAllah di berikan petunjuk.

Catatan ini sempat saya catitkan ketika saya mengikuti Pelatihan Solat Khusyuk oleh Pak Ustaz Abu Sangkan di Kuching, Serawak. Alhamdulillah ianya adalah satu kefahaman yang saya kongsikan. Semoga dapat juga dipindahkan ke dalam bentuk kefahaman juga. Sekadar ini dulu penulisan kali ini. Semoga sahabat sentiasa tenang, bahagia dan sabar selalu ; )

Hanya Allah Yang Maha Mengetahui

Sabtu, Disember 04, 2010

Allah Ajarkan Aku Punya Tuhan

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Dengan namaMu Allah Yang Maha Mengajarkan kami, Yang Memproses kami menjadi lebih baik ... apa khabar sahabat semua? Semoga sentiasa berada di dalam jiwa yang tenang agar bila tiba masa dipanggil Allah, insyaAllah jiwa yang tenang itu sentiasa siap untuk kembali padaNya.
Saya sangat letih hari ini apabila seharian bersama anak-anak peserta I love Solat tapi saya kuatkan menulis pada malam ini kerana sudah beberapa hari agak tertangguh hasrat untuk menulis tajuk ini dan berkongsi pengalaman yang sangat luar biasa yang saya alami dalam seminggu dua ini.

Saya menerima ujian dari Allah dari hampir segenap penjuru hidup saya. Dengan jadual saya yang ketat dengan berbagai assignment yang perlu disiapkan saya dihadapkan Allah dengan berbagai masalah. Mungkin dengan kepenatan yang saya alami saya agak sensitif dengan perkara-perkara yang sebelum ini mungkin saya pandang kecil. Saya merasa sangat tertekan dan ada kalanya saya tidak dapat menahan airmata.

Alhamdulillah, di dalam keadaan tertekan itu saya difahamkan Allah ... bukankah kau punya Tuhan! Saya disedarkan ... sekiranya kau punya Tuhan, ayuh bergantung padaNya ... Allah tidak akan salah dalam mentakdirkan sesuatu. Dalam kesedaran itu, saya terus menyandarkan jiwa kepadaNya ... Saya terus bergantung padaNya ... Saya yakin ALLAH pasti akan menguruskan semua yang sedang saya hadapi pada waktu itu ... Sekejapan itu segala masalah saya rasa ringan ... keresahan terus hilang ... Ya saya punya Tuhan, apa yang saya rungsingkan ... Tuhan saya akan menguruskanNya ... ada yang mahu menganiya saya? Saya punya Tuhan, hati-hati : ) Tuhan saya akan menguruskannya ... ada yang memfitnah saya? Apa yang saya resahkan, Tuhan saya akan menguruskannya ... ada yang bypass saya ... silakan, saya punya Tuhan ... Dia yang menulisNya dan Dia pasti akan menjaga saya ... Dia tempat saya berlindung, Dia tidak akan menganiaya saya ...

Saya teringat cerita yang disampaikan Pak Ustaz Abu Sangkan. Kata Pak Ustaz, bayangkan orang yang punya jin dan yakin bahawa jin itu akan membantunya, melindunginya ... Pasti orang ini tidak akan resah gelisah, dia akan bangun pagi dengan penuh keyakinan dan tidak akan takut dalam menghadapi apa juga kerana yakin dia ada jin yang akan menjaga dan melindunginya ...

Mana hebat jin dengan Allah ... Mana hebat orang yang punya jin dengan orang yang punya Allah ... Pasti lebih hebat orang yang punya ALLAH ... kerana Allah itu yang MAHA BERKUASA .. dan ALLAH itu memang YANG MAHA MELINDUNGI ... MAHA MENJAGA ... MAHA MEMBERI REZEKI ... Justeru kenapa kita selalu dirundung resah dan gelisah ... mungkin kita tidak berapa yakin sesungguhnya KITA PUNYA ALLAH!
Sahabat yang dirahmati Allah, sungguh hebat hasil sesuatu ujian yang Allah beri pada kita. Disebalik Ujian itu adalah kefahaman dan keyakinan yang dimantapkan ALLAH di dalam jiwa kita. Tanpa ujian, kita mungkin hanya sekadar tahu di kepala tapi tidak terbenam di dalam hati sanubari sehingga lebur di dalam diri dan keluar sebagai tindakan. Iman itu bukan berada di dalam buku-buku agama yang kita baca ... Iman itu berada di dalam jiwa orang-orang yang diproses Allah melalui berbagai cara .... dan salah satunya adalah ujian yang disediaNya ...


Tidak ada pengalaman yang dapat dibandingkan hasilnya berbanding pengalaman melalui ujian-ujian yang ALLAH letakkan di dalam kehidupan kita. Ayuh, bila ujian datang, jangan resah lagi ... bersiaplah untuk menerima anugerah keimanan dari ALLAH insyaALLAH bila kita lulus menghadapinya.


Terima kasih ALLAH, kami sangat bersyukur kepadaMU ... Tiada resah lagi... kerana KAMI PUNYA TUHAN!

Hanya ALLAH yang Maha Mengetahui

Rabu, November 17, 2010

Allah Ajarkan Tentang Cinta dan Pengorbanan

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Dengan Nama Allah yang telah menyusun kehidupan kita, mengatur masa dan menetapkan setiap kejadian dalam hidup kita. Hari ini rakyat di Malaysia menyambut hari raya Aidil Adha, atau Hari Raya Korban di mana umat Islam sangat dituntut mengorbankan wang ringgit untuk memberi orang-orang miskin makan melalui penyembelihan lembu. Ketika saya di Kambodia satu waktu dulu, saya mendapat tahu bahawa mereka hanya dapat merasa makanan daging lembu setahun sekali apabila adanya ibadah korban ini. Mereka terlalu miskin dan hanya makan ikan pekasam (yang mereka tangkap dan simpan sehingga menjadi pekasam), sayur yang ditanam sendiri, nasi yang mana hasil dari tanaman padi yang ditanam dan air dari telaga. Mereka tidak mempunyai wang lebihan untuk makan ayam atau daging. Saya sempat menziarahi rumah-rumah mereka yang sangat menyedihkan. Rumah mereka mempunyai tingkap yang tidak ada penutupnya. Alhamdulillah dengan adanya ibadah korban ini, mufti di sana akan mengagih-agihkan daging korban mengikut jumlah anak-anak yang mereka ada. Dapatlah mereka rasa sedikit. Bersyukur mereka kepada saudara seIslamnya yang telah berkorban untuk memberi mereka merasa kurniaan Allah itu.

Seekor lembu harganya lebih kurang RM3000 dan pastinya bagi sesetengah keluarga untuk mengeluarkan RM3 ribu itu agak besar jumlahnya. Itulah pengorbanan dan ujian keimanan sejauh mana kita meyakini bahawa Allah Yang Menguruskan rezeki. Kita pulangkan semula pemberian Allah kepada kita melalui hambaNya yang memerlukan. Itulah persembahan buat Cinta yang agung. InsyaAllah akan diganti dengan yang lebih baik lagi. Malangnya di Malaysia, ibadah korban ini tidak begitu diminati. Ramai yang menyambut hari raya aidil adha tetapi tidak ramai yang sanggup berkorban sedangkan kita boleh membeli satu bahagian atau dua bahagian. Bagaimana mungkin kita mendapat rahmat dan cinta Allah apabila dihati masih tersimpul erat cinta kepada harta dan kebendaan. Bagaimana kita dapat dituntun ke jalanNya bila dihati tidak ada rasa ehsan kepada sesama insan.


Saya telah melalui berbagai peristiwa di mana saya mendapat kefahaman bahawa Cinta kepada Allah itu menuntut pengorbanan tetapi saya tidak dapat menceritakan kisah-kisah yang saya lalui. Hanya dapat saya kongsikan apa yang saya fahami. Apabila dihati kita hanya ada Cinta kepada Allah, itulah hakikat sebenar penghayatan Lailahaillallah. InsyaAllah akan dituntun Allah jiwa dan kehidupan kita. Allah mengajarkan dan menunjukkan kita jalanNya. Segalanya jadi mudah tidak seperti sebelumnya. Masalah yang kita hadapi hari ini adalah untuk membebaskan jiwa kita dari cinta-cinta selain Allah yang sedang berpaut erat di hati kita tidak dapat kita tanggalkan. Begitu sukar sekali rasanya untuk membebaskan hati dan jiwa dari keterikatan nafsu dan dunia. Saya pernah melalui waktu-waktu itu dan masih melaluinya. Justeru, dalam kehidupan kita, Allah akan hamparkan sedikit demi sedikit pengorbanan yang perlu kita lakukan. Allah tahu bahawa kita memerlukan proses untuk mengorbankan kepentingan diri dan dunia maka tidak dihamparkanNya kesemua sekaligus. Mulanya mungkin kita berhadapan dengan kehidupan untuk mengorbankan masa, kemudian kita berhadapan dengan kehidupan untuk mengorbankan tenaga dan seterusnya. Sedikit demi sedikit. Apabila kita lulus dan berjaya mengorbankan satu kepentingan diri, kita akan dibawa untuk mengorbankan kepentingan yang lain dan akhirnya kita akan diminta untuk mengorbankan sesuatu yang sangat kita sayangi. Disaat itu ramai yang terkorban tidak mampu untuk meneruskan siri-siri pengorbanan ini. Contohnya di zaman Rasulullah saw dan para sahabat, mereka diminta mengorbankan nyawa dan tidak kurang yang berundur tidak sanggup untuk mengorbankan nyawa. Di zaman Nabi Ibrahim a.s, diminta mengorbankan anaknya Ismail dan alhamdulillah nabi Ibrahim berjaya dan lulus dengan cemerlang dan mendapat anugerah terbesar dan rahmat Allah. Menjadi yang dicintaiNya.


Hamparan pengorbanan yang disediakan Allah dalam kehidupan kita adalah satu proses untuk membebaskan jiwa kita dari keterikatan nafsu dan dunia. Bila kita melalui tahap demi tahap, dari yang kecil, sederhana insyaAllah kita akan mampu dan bersedia untuk menghadapi tahap yang lebih tinggi (seperti yang dilalui Rasulullah saw dan para sahabat). Ketika itu bersihlah jiwa kita dari cinta selain Allah dan hanya tinggal Cinta yang tulus, ikhlas hanya untukNya. Itulah jiwa yang sentiasa didekatkan Allah denganNya, jiwa yang sentiasa di dalam kasih sayangNya dan jiwa yang ditunggu-tungguNya untuk pulang dengan penuh keredhaanNya.


Sahabat yang dirahmati Allah, kesimpulannya pengorbanan itu proses membebaskan diri dan jiwa dari keterikatan nafsu dan dunia, buahnya Cinta yang tulus kepada Allah, hasilNya cinta dan rahmatNya yang tak tergambar hebatnya .... Pandangilah kehidupan ini dengan mata hati yang dapat melihat hamparan pengorbanan yang disedia Allah agar kita dapat melalui proses pengorbanan dengan jayanya. Selamat menyambut Hari Raya Aidil Adha : )



Hanya Allah Yang Maha Mengetahui

Rabu, Oktober 06, 2010

Allah Ajarkan Tentang Ilmu

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah, Maha Pengasih, Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana. Semoga sahabat semua sentiasa diikat hati mengingati Allah, teralir dalam jiwa untuk mencintai kebaikan dan membenci kemaksiatan dan kejahatan. Saya bersyukur ke hadrat Allah akhirnya TASKA SELEMBUT KASIH IBU telah dapat memulakan operasinya pada 1 Oktober 2010 yang lepas iaitu pada hari Jumaat, alhamdulillah. Taska ini dilahirkan dengan satu misi yang besar untuk membangunkan khalifah ALLAH khususnya di bumi Malaysia ini dan insyaALLAH kalau dikehendaki ALLAH diharap dapat beroperasi di peringkat antarabangsa. Buat masa ini saya menumpukan perhatian di dalam membangun dan membaiki modul pembangunan yang mudah, tepat dan berkesan bagi membangunkan anak-anak ini untuk menjadi khalifah ALLAH yang mengenal dan mencintai ALLAH, sangat mengasihi Rasulullah SAW, memahami tujuan hidupnya sebagai wakil Allah dan menghargai ilmu sebagai asas kejayaan memakmurkan bumi, suka solat dan dapat solat dengan khusyuk, menguasai dan menghafaz Al-Qur'an, pandai berinteraksi dengan orang lain, simpati dengan kesusahan manusia dan suka kepada kehidupan memberi. Modul Pembangunan intelektual yang sediada (begitu banyak dipasaran) saya gunakan dengan penambah baikan bagi membangunkan potensi anak-anak di dalam penguasaan bahasa Malaysia, Bahasa Inggeris dan Bahasa Arab, matematik dan sains. Secara umumnya anak-anak ini perlu disiapkan agar menjadi anak-anak yang cerdas ruhaninya, intektualnya, emosi, fizikal dan sosial. Projek ini begitu besar hingga membuatkan saya sering merasa kerdil tapi insyaALLAH dengan rasa kesedaran bahawa segalanya ALLAH yang menguruskannya, maka saya perolehi semangat setiap hari untuk meneruskannya selagi dikehendaki ALLAH.

Alhamdulillah, pada hari ini saya ingin merekodkan kefahaman yang saya perolehi tentang ilmu. Di dalam kehidupan kita seharian, pemikiran kita sering akan terbahagi kepada ilmu dunia dan ilmu akhirat bila berbicara tentang ilmu. Contohnya kita akan kedengaran kata-kata seperti "asyik dengan ilmu dunia je, ilmu akhirat diabaikan". Justeru kita sering merasakan pelajaran seperti kejuruteraan, sains perubatan, pemasaran seperti ilmu dunia dan pelajaran seperti Tasawuf, Fiqh, Syariah Islam sebagai ilmu akhirat. Pemikiran ini mungkin timbul kerana niat yang salah di dalam mempelajari ilmu. Contohnya seorang pelajar mempelajari ilmu kejuruteraan kerana ingin menjadi seorang jurutera dan mengecapi kehidupan yang senang apabila dewasa nanti. Justeru ilmu itu dirasakan ilmu dunia (ilmu untuk memastikan kehidupan dunia terjamin).

Alhamdulillah saya diberi kefahaman bahawa ayat-ayat Allah bukan sekadar tertulis di di dalam kitab Al-Qur'an yang kita baca. Ayat-ayat ALLAH tertulis di alam semesta dan di dalam diri kita sendiri. Kereta yang berjalan contohnya adalah mengikut hukum-hukum yang telah ditetapkan ALLAH yang terdapat di alam semesta ini. Hukum-hukum Allah ini kita pelajari contohnya di dalam pelajaran fizik, kimia dan matematik. Justeru setelah manusia memahami hukum-hukum ini, maka dengan menggunakan hukum-hukum CIPTAAN Allah ini (bukan hukum Newton, atau hukum Bohr, atau hukum Boyle atau hukum Ohm - semua hukum ini diambil sempena nama ahli sains yang MENJUMPAI HUKUM ALLAH ini) maka manusia pun dapat mencipta kereta yang kita gunakan hari ini yang digunakan untuk melahirkan kehidupan bertamadun dan maju. Justeru hukum-hukum Allah ini yang bertebaran dimukabumi perlu dipelajari oleh manusia untuk memakmurkan bumi ini dan menjalankan amanah dan tanggungjawab ALLAh sebagai khalifahNya.

Justeru, ilmu pengetahuan dalam apa jua bidang seperti sains, matematik, pengurusan, perakaunan, pembangunan manusia adalah ayat-ayat ALLAH yang terdapat di alam semesta yang perlu dipelajari (seperti kita mempelajari ayat-ayat ALLAH di dalam Al-Qur'an) bagi digunakan untuk membangunkan kehidupan dan ketamadunan di muka bumi ini. Para ulamak mengkelaskan ilmu-ilmu seperti ini sebagai fardhu kifayah. Perlu ada yang tahu dan pakar. Persoalannya berapa ramai pakar yang perlu ada? Sekiranya hanya ada seorang pakar, dapatkah kita membangunkan mukabumi ini? Pastinya tidak boleh. Maka pastinya jumlahnya perlu besar.

Kenapa umat Islam ketinggalan di dalam ketamadunan (yang sering kita sebutkan sebagai keduniaan) berbanding dengan orang-orang kafir? Jawapannya adalah kerana mereka menguasai ilmu-ilmu sains, matematik, pengurusan, perakaunan dan sebagainya. Mereka menguasai hukum-hukum ALLAH. Justeru mereka sebenarnya sedang memakmurkan bumi ini dengan ketamadunan (membina kapalterbang, membina satelit, membina keretapi laju dan sebagainya). Bukankah kita sebagai orang-orang Islam sewajarnya lebih kehadapan di dalam memakmurkan bumi ini dengan teknologi-teknologi tercanggih, dan perjumpaan HUKUM ALLAH yang terkini? Namun lihat bagaimana orang-orang kafir memperuntukkan sejumlah wang yang besar di dalam melakukan pelbagai research (kajian). Setiap hari dan setiap saat mereka terus menerokai hukum ALLAH yang belum dijumpai, mereka menerokai ayat-ayat ALLAH yang begitu banyak bertebaran di alam semesta. Sejauh mana keseriusan yang ada di kalangan orang Islam di dalam menerokai hukum-hukum ALLAH ini?

Kefahaman ini yang perlu ada di dalam diri kita, guru-guru kita, anak-anak murid kita. Belajar itu menerokai hukum-hukum ALLAH, menerokai ayat-ayat ALLAH di alam semesta. Dengan penerokaan ini, kita akan menyumbang secara efektif di dalam membangunkan tamadun serta memakmurkan bumi seperti mana yang diwajibkan ALLAH. Dengan ilmu ini juga kita dapat meningkatkan martabat Islam dan mempertahankannya apabila cuba diserang dan dikhianati seperti mana berlaku di Palestine.

Ilmu pengetahuan bukan tiket untuk kesenangan hidup bila dewasa. Mencari ilmu pengetahuan itu satu kewajipan sebagai khalifah ALLAH.

Mungkin ada yang bertanya bagaimana dengan ilmu-ilmu di dalam mempelajari solat, puasa dan sebagainya. Itu adalah fardhu Ain, pastinya wajib kepada semua kerana untuk menjalankan ibadah solat, puasa, zakat dan haji dengan betul dan mencapai matlamat latihan ibadah itu iaitu bertakwa kepada ALLAH pasti perlu ada ilmu bagaimana untuk melakukannya dengan betul. Tanpa ilmu yang betul, maka matlamat ibadah tadi tidak akan tercapai. Solat gagal membentuk akhlak yang mulia dan puasa gagal menghasilkan mukmin yang bertakwa.

Saya sangat bersyukur dapat memahami perkara ini dengan lebih menyeluruh. Saya merasakan kefahaman ini perlu sama-sama kita terapkan kepada diri kita dan jiwa anak-anak kita agar mereka berada di kefahaman yang tepat di dalam menuntut ilmu dan insyaALLAH menjadikan mereka bersemangat, serius dan bersungguh-sungguh di dalam mempelajari hukum-hukum ALLAH yang sediada di sekolah, di perpustakaan, di kedai buku, di televisyen dan di mana-mana saja. InsyaALLAH semoga lahir generasi Islam bertakwa yang menguasai imu untuk dimanfaatkan oleh manusia dan alam. Mereka inilah yang membawa Islam sebagai rahmatan lil 'alamin ...

Hanya ALLAH yang MAHA MENGETAHUI

Selasa, September 28, 2010

Allah Ajarkan Berserah kepadaNya

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Apa khabar sahabat semua. Agak lama rasanya saya tidak berkesempatan menulis di ruangan ini. Mungkin masa tidak mengizinkan. Apapun, saya mendoakan sahabat semua sentiasa dibimbing dan dituntun Allah menuju jalanNya. Indah hidup dituntun Allah ...

Pada hari ini saya ingin berkongsi pengalaman yang saya lalui diajar Allah berserah kepadaNya. Saya mempunyai penyakit gastrik yang agak ganjil. Lebih kurang 8 tahun yang lalu, saya sering dimasukkan ke hospital kerana apabila saya diserang rasa sakit, jantung saya akan berdegup dengan laju dan saya mengalami rasa seperti sakit dibahagian paru-paru. Sudah begitu banyak hospital pakar yang saya pergi dan sudah ramai doktor pakar saya temui namun saya tidak sembuh sepenuhnya. Alhamdulillah, semenjak saya memulakan herba yang diberikan oleh Dr Aslina, kawan baik saya, penyakit saya nampaknya beransur pulih. Namun ada masanya terutamanya jam 3 atau 4 pagi, saya akan terjaga kerana terasa sakit dan degupan jantung yang laju.

Kalau dahulu saya sering dibawa ke hospital walaupun jam 3 atau 4 pagi. Namun kerana kasihankan suami saya yang terpaksa bangun di awal pagi, saya cuba menenangkan kondisi saya dengan memakan ubat gastrik, meminum air zam-zam dan berdoa kepada Allah. Tidak saya nafikan ketakutan yang dirasa apabila diserang sakit tersebut dan kerana rasa ketakutan maka saya sering berdoa kepada Allah apabila dalam keadaan sakit itu. Alhamdulillah, lebih kurang dalam 30 minit sehingga 1 jam, keadaan saya pulih, insyaAllah tanpa perlu di bawa ke hospital.

Beberapa hari yang lalu, saya diserang lagi rasa kesakitan dan jantung saya berdegup laju. Namun pada kali ini, ada yang mengajar di dalam diri saya bahawa apa yang sedang saya alami itu merupakan perancangan Allah. Justeru saya malu untuk berdoa seolah memaksa Allah untuk tidak mengikut perancanganNya. Pada sesaat itu juga (begitu cepat sekali), diri dan badan saya terus merelakan kesakitan itu dan secara otomatisnya, saya mahu ikut saja kehendak dan perancangan Allah. Apa saja yang akan berlaku malam ini, saya relakan dan ikutkan ... itulah lebih kurang rasa hati saya.

Apa yang mengejutkan saya, degupan jantung yang laju kembali berdegup normal dalam tempoh beberapa saat saja selepas saya merelakannya. Saya sangat merasakan kedekatan Allah ketika itu, Allah yang sebenarnya sedang melakukan sesuatu dengan organ dibadan saya. Suasana seterusnya terasa indah sekali. Saya merasakan keindahan berserah kepada Allah. Seperti air yang mengalir dengan tenang tanpa ada halangan .... terus ia mengalir tanpa susah dan payah. Namun bayangkan apabila kita tidak mahu mengikuti apa yang dimahukan Allah dan kita berdoa seolah memaksa Allah mengikut kemahuan kita, kehidupan jadi huru hara, badan sakit dan jiwa merana ...

Hanya Allah Yang Maha Mengetahui

Rabu, September 08, 2010

Allah Ajarkan Islam Itu Mudah

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Dengan menyebut namaMu Ya Allah Yang sentiasa mengajarkan kami dengan penuh kelembutan dan kasih sayang ... Alhamdulillah bersyukur ke hadrat Allah kita sudah dapat menjalani ibadah berpuasa di bulan Ramadhan dan hari ini sudah masuk hari ke 29. Suasana pagi ini sangat tenang, seolah-olah tidak ada angin yang bertiup, pancaran matahari ditutupi lapisan demi lapisan memberikan satu suasana yang nyaman .... Adakah malam tadi malam lailatuqadar? Hanya Allah Yang Maha Mengetahui ... sebenarnya saya jarang suka membincangkan tentang bilakah jatuhnya malam tersebut dan saya sangat khuatir dengan slogan seperti mencari lailatul qadar ... saya takuti ia menjejaskan keikhlasan kita beribadah hanya kerana Allah dan tidak punya apa-apa kepentingan diri ... yang dikejarnya redha Allah ... Apapun, semoga ramadhan kali ini menjadi satu latihan yang berkesan terhadap diri kita sehingga ia dapat membentuk perilaku yang lebih baik, perilaku orang yang bertakwa insyaAllah ...

Hari ini saya ingin membincangkan tentang Islam itu mudah, satu kefahaman yang saya perolehi beberapa waktu dahulu semenjak saya mengikuti pengajian dari Pak Ustaz Abu Sangkan. Alhamdulillah, peristiwa yang berlaku di bulan Ramadhan ini memantapkan lagi keyakinan saya bahawa Islam itu mudah ...

Cuba bayangkan sikap kita yang tidak baik yang begitu sukar kita ubah. Diri kita yang sebenar tahu bahawa sikap itu tidak baik dan diri kita pastinya mahu berubah sikap. Tapi perubahan diri ini sangat mudah dibicarakan tapi tak semudah untuk dilakukan. Anda setuju dengan saya? Saya rasa anda setuju : ) Saya tidak ketinggalan ... banyaknya sikap yang tidak baik yang ingin sekali saya ubah tapi rasanya sangat tidak berdaya ... ya, kerana kekuatan dan daya itu tidak ada pada diri kita tapi ada pada Allah ... hanya dengan daya dan kekuatan dari Allah kita dapat berubah ...

Alhamdulillah dibulan Ramadhan ini ada yang saya kenali telah membuat perkongsian betapa perubahan sebuah sikap di dalam diri begitu mudah berlaku tanpa melalui susah dan lelah ... ada satu kekuatan yang dirasa dalam diri di dalam membentuk sikap yang baru ... Dirinya hanya tinggal mengikut saja kehendak hati yang ketika itu mahukan sikap yang baru itu ... sangat mudah ... sudah diletakkan dalam hati maka jadinya mudah ... Padahal tidak dapat dia bayangkan dahulunya ianya satu perkara yang sangat sukar dilakukan .... Apa yang dilakukan hanya memastikan dia benar-benar dapat melemahkan nafsunya di sepanjang Ramadhan dan membantu mengukuhkan ruhaninya dengan solat dan ibadah pada malamnya. Itu saja, dan berlaku satu perubahan hebat yang dirasanya tidak dapat dibeli dengan wang seberapa banyak pun ....

Perkongsian ini sangat meyakinkan saya bahawa Islam itu mudah and change of attitude can be easy ... really! Allah sudah menyediakan latihannya iaitulah 5 perkara dalam Rukun Islam, Mengucap dua kalimah Syahadah, Solat lima waktu, Puasa di bulan Ramadhan, Menunaikan zakat dan Haji di Baitullah bagi yang mampu. Masalahnya kenapa sudah kita lakukan tapi masih tiada berlaku perubahan sikap dan diri? Pastinya kaedah melakukan itu yang tidak tepat ... Justeru jangan susah hati dong ... kita belajar untuk melakukan ibadah wajib dalam Rukun Islam. Itu fardhu ain ... kalau mahu belajar yang lain-lain silakan tapi pastikan utamakan yang ini dulu .... InsyaAllah kita akan dapat menyusuri perjalanan terindah bersama cinta sejati yang akan tetap menemani : )

Selamat Menyambut hari raya aidilfitri dengan kesedaran fitri yang suci ... Maafkan salah dan silap saya di dalam menuturkan kata-kata di blog ini. Semoga kebahagiaan kan terus menyapa sampai bila-bila ...

Hanya Allah Yang Maha Mengetahui

Isnin, Ogos 23, 2010

Allah Ajarkan Tentang Kalimah Syahadah





Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dimulakan dengan menyebut namaMu Yang Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Mengasihani .. Alhamdulillah, mari sama-sama kita bersyukur ke hadrat Allah kita sudah memasuki hari ke 13 berpuasa. Begitu cepat masa berjalan tak sedar sudah hampir ke pertengahan bulan Ramadhan. Alhamdulillah saya dan rakan-rakan telah dapat mengikuti Training of Trainers Solat Khusyuk dengan Pak Ustaz Abu Sangkan di Solat Center Jatibening, Jakarta (gambar di atas) baru-baru ini dan sangat-sangat bersyukur ke hadrat Allah saya dapat mengikutinya. Alhamdulillah saya mendapatkan sesuatu yang tak pernah saya terdugakan sebelum ini .. suatu perjalanan spiritual yang sebenarnya … sudah berapa lama kita terlepas perjalanan ruhani yang sangat memberi kenikmatan yang menambahkan lagi iman di hati insyaAllah … Sahabat yang dirahmati Allah, mari sama-sama kita berdoa agar kita termasuk golongan yang dipilih Allah untuk dapat memasuki perjalanan ruhani bertemu dengan Nya.

Bagaimana puasa sahabat-sahabat semua selepas masuk hari ketigabelas? Adakah puasa itu dapat meningkatkan kekhusyukan solat? Sekiranya betul kaedah puasa yang kita jalani, insyaAllah kekhusyukan solat akan meningkat. Sekiranya tidak, ada lagi penambahbaikan yang perlu kita lakukan ..Yuk, ada masa lagi …masih ada lagi insyaAllah lebih separuh bulan untuk kita berusaha mencapai target Puasa untuk menjadi orang yang bertakwa kepada Allah.

Saya sarankan agar sahabat semua dapat menonton siaran rakaman metro TV keajaiban solat dengan Pak Ustaz Abu Sangkan di bawah tajuk Mengapa Berpuasa. Semoga dapat membantu kita di dalam menambahbaikkan lagi tingkatan puasa kita agar tercapai target berpuasa di bulan Ramadhan ini iaitu untuk menjadi insan yang bertakwa, insyaAllah. http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newsprograms/2010/08/11/6492/Mengapa-Berpuasa

Mengapa kita berpuasa? Berpuasa di bulan Ramadhan adalah salah satu dari rukun Islam yang lima. Kelima-limanya saling berkaitan. Rukun Islam yang lima adalah satu latihan yang dicipta Allah untuk mengembalikan kita ke fitrah kita yang sebenar iaitu Ruh yang suci yang ditiupkan ke dalam tanah yang diberi bentuk. Dengan kembalinya kita ke fitrah yang suci itu insyaAllah kita menjadi orang yang beriman, wakil Allah yang hebat di dunia ini.

Kalimah Syahadah adalah suatu perjanjian kita dengan Allah. Perjanjian ini berasal dari rencana Allah bahawa kita akan diturunkan sebagai wakil Allah di muka bumi. Ketika kita masih di alam ruh (diri kita yang sebenarnya) kita sudah berikrar dan berjanji kepada Allah. Maka Kalimah Syahadah itu menuntut agar setiap apa yang kita lakukan di dunia ini harus kembali kepada tujuan kita dihantar ke muka bumi ini iaitu menjadi Wakil Allah. Tidak ada tujuan yang lain dari itu, Tiada Tuhan Yang Disembah Melainkan Allah … Maksud yang disembah di sini yang sering disalahertikan di mana ramai yang beranggapan perkataan 'yang disembah' hanya bermaksud sembahan di dalam ibadah khusus seperti solat, puasa dan sebagainya …. Justeru apabila diri tidak menyembah berhala maka dianggap sudah sempurna Kalimah Syahadah. Kesempurnaan Kalimah Syahadah terjadi apabila seluruh kehidupan kita di dunia ini berada di dalam ruang lingkup perjanjian dengan Allah sebelum diturunkan di dunia ini lagi … Tidak ada tujuan yang lain SELAIN DARI MENJADI WAKIL ALLAH di muka bumi ini.

"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, 'Aku hendak menjadikan khalifah di bumi ...' " (Al-Baqarah 2: 30)

Justeru jika kita hidup di dunia ini bertujuan untuk mengumpul harta bagi kepentingan diri dan keluarga sendiri, maka kita sudah mengengkari Perjanjian yang termaktub di dalam Kalimah Syahadah itu. Kita bertuhankan harta, diri dan keluarga. Maaf sekiranya agak tegas perkara ini tetapi inilah yang tidak diberi penekanan dalam masyarakat hari ini yang menyebabkan kehidupan jadi sengsara dengan berbagai masalah yang menimpa.

Rasulullah saw berpesan; “Setiap perkara bermula dengan niat”. Kita akan mendapat balasan mengikut apa yang kita niatkan. Bayangkan apa yang kita niatkan bila kita pergi keluar rumah bekerja … Kenapa kita pergi mencari rezeki? Yuk, kita baiki sedikit dan betulkan niat kita sebagai wakil Allah untuk membesarkan anak-anak kita, untuk memberi pendidikan terbaik untuk anak-anak kita, untuk membantu ibubapa, sanak saudara dan orang-orang yang memerlukan, untuk membantu kerja-kerja perjuangan menegakkan Islam sehingga Islam tertegak di bumi ini, untuk membantu ekonomi Islam dan apa saja asalkan untuk Allah dan bukan untuk diri kita sendiri.

Kalimah Syahadah yang kedua iaitu "Aku bersaksikan bahawa Rasulullah saw adalah pesuruh Allah". Rasulullah saw dihantar ke dunia ini sebagai rahmat kepada alam semesta, mengenalkan manusia kepada TuhanNya dan mengajak manusia untuk kembali bertuhankan Allah serta menjalankan peranan sebagai wakilNya di bumi. Kita yang menjadi wakil Allah juga sepatutnya menjadi rahmat kepada alam semesta, menyambung perjuangan Rasulullah saw, menegakkan Islam secara berjemaah dan menyebarkan dakwah Islam di dalam ruang lingkup peranan yang dapat kita berikan secara maksimanya (bukan secara minima atau part time).

Ketika di TOT baru-baru ini, Pak Ustaz Abu Sangkan menceritakan bagaimana sikap seorang wakil Allah yang sebenarnya. Kata Pak Ustaz, setiap kali seorang wakil Allah itu bangun dari tidur, dia akan berusaha melaksanakan tugasan dan tanggungjawabnya sebaik mungkin sebagai wakil Allah kerana baginya sikap terhadap Allah perlu ditanggapi dengan serius dan bukan dihadapi dengan secara bermain-main. Allah berfirman di dalam salah satu ayatNya yang bermaksud, ".. apakah kamu mengira Kami menciptakan kamu secara bermain-main?"

Pada seorang wakil Allah yang sebenar, dia mungkin hanya mempunyai satu hari itu saja lagi dan hari itu akan digunakan dengan sepenuhnya untuk melaksanakan tugasannya. Justeru seorang wakil Allah sewajarnya merupakan seorang yang sangat produktif dan efektif. Dia tidak suka menangguh kerja. Setelah menumpukan perhatian secara serius kepada tugasannya, dia beristirehat dengan solat yang sangat memberi ketenangan dan kebahagiaan. Hidup dan rezekinya diurus Allah cukup sempurna ... tidak ada resah dan gelisah .. kebahagiaan menyapanya sepanjang kehidupannya.

Sahabat sekelian, ramai di antara kita menghabiskan umur dan waktu untuk mencari kesenangan dan kebahagiaan hidup. Namun, tidak juga tenang dan bahagia malah bertambah masalah di dalam kehidupan. Sesekala datang musibah kepada kita tanda kasih sayang Allah untuk memaksa kita datang kepadaNya, namun ramai yang tidak mengendahkannya dan lebih suka bergantung kepada selainNya bagi menghadapi musibah yang dihadapi. Justeru terkapai-kapailah di dalam kehidupan yang tak jelas arah tujuan. Masa muda hilang begitu saja, kebahagiaan tetap tidak dirasa ...

Ketahuilah sahabatku yang dirahmati Allah, ketenangan dan kebahagiaan itu sangat dekat sekali denganmu ... Bebaskan keterikatan dengan hawa nafsu dan dunia yang sedang menghalangmu dari kebahagiaan yang sangat dekat itu. Kembalilah kepada perjanjianmu dengan Allah, yang menghantarmu ke dunia ini sebagai dutaNya yang sangat istimewa ...


Hanya Allah Yang Maha Mengetahui

Rabu, Ogos 11, 2010

Allah Ajarkan Mengukuhkan Kesedaran Ruhani di bulan Ramadhan

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,


Mari sama-sama kita memulakan dengan menyebut Nama Tuhan kita Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Mengasihani kita semua setiap saat dan ketika ... Mari kita sama-sama bersyukur kepada Allah Tuhan kita yang telah memberi kita umur sampai ke hari ini untuk memasuki bulan yang penuh berkah ... bulan Ramadhan.


Sebelumnya saya ingin mengambil kesempatan mengucapkan terima kasih kepada semua fasi dan guru-guru yang terlibat yang telah sama-sama menjayakan Kursus Solat Khusyuk untuk pelajar-pelajar tingkatan 2 di sekolah seksyen 5 wangsa maju. Alhamdulillah lebih 200 pelajar telah hadir ke kursus tersebut dan tak dapat saya ukirkan rasa terima kasih kepada Allah yang telah menguruskan kursus tersebut dengan cukup sempurna. Saya juga merasa terharu dengan kehadiran Ahli Jawatankuasa Solat Center Malaysia dan alumni Kursus Solat Khusyuk yang sama-sama turun padang untuk berkongsi apa yang telah dipelajari di dalam Kursus Solat khusyuk. Segala yang dicurahkan insyaAllah akan mendapat sebaik-baik ganjaran dari Allah. Semoga akan lahir di kalangan anak-anak ini mereka yang akan membawa ummah ke jalan Allah insyaAllah.


Pada hari pertama kita berpuasa di bulan Ramadhan tahun ini, saya ingin berkongsi apa yang diajarkan Allah kepada saya tentang hakikat berpuasa di bulan Ramadhan. Saya masih ingat lagi di satu sesi usrah yang saya hadiri pada tahun lepas di mana sahabat-sahabat seusrah dengan saya begitu semangat berkongsi amalan-amalan yang dilakukan di dalam bulan Ramadhan seperti bangun malam bertahajud dan berzikir kepada Allah, membaca Al-Qur'an dan sebagainya. Perbincangan banyak berkisar kepada festival amal di dalam bulan Ramadhan ini. Saya mendengarkan dengan teliti perbincangan tersebut dan dihujungnya saya bertanya kepada sahabat-sahabat saya; bagaimana kita nak pastikan apa yang kita laksanakan pada bulan Ramadhan ini berterusan selepas bulan Ramadhan nanti? Terdiam semuanya, mengambil masa untuk berfikir ... namun akhirnya tiada siapa yang dapat memberi jawapan.

Sahabat sekelian, cuba kita singkap kembali amalan kita selepas bulan Ramadhan, semakin hari semakin merosot bukan? Tidak sama seperti mana amalan kita di bulan Ramadhan dan yang paling menyedihkan apabila kita melakukan dosa dan maksiat selepasnya di mana di dalam bulan Ramadhan kita menangis-nangis memohon ampun kepada Allah, bertaubat nasuha .. Di mana silapnya ... Padahal Allah telah menyebut bahawa;


"Telah diwajibkan ke atas kamu berpuasa sepertimana diwajibkan ke atas orang-orang yang terdahulu dari kamu agar kamu bertakwa"


Maka hasilnya puasa di bulan Ramadhan pastinya takwa. Namun sudah berapa tahun kita berpuasa di bulan Ramadhan tapi kenapa kita masih merasa jauh dari mencapai tahap takwa? Pasti ada silapnya di dalam amalan kita berpuasa ...


Sahabat sekelian, ketika datangnya bulan Ramadhan, di mana tumpuan kita dalam beramal ... puasanya atau solat sunat tarawikh dan ibadah di malamnya? Saya rasa kita lebih memberi tumpuan kepada amalan-amalan di malamnya bukan? Yang mana fardhu? Puasanya atau amalan-amalan di malamnya? Pastinya puasa itu yang fardhunya tapi kita jarang memberi tumpuan kepada kesempurnaan fardhunya itu yang mana kalau kita buat dengan betul akan menghasilkan insan yang bertakwa kepada Allah seperti firman Allah tadi.

Sila rujuk kembali penulisan saya terdahulu berkaitan dengan Puasa ( Allah ajarkan hakikat berpuasa di bulan Ramadhan). Saya ada menyebutkan bahawa jasad kita bukanlah diri kita. Ini tangan kita, tapi tangan kita itu bukan kita. Ini kaki kita tapi itu bukan kita ... segala jasad yang ada pada kita akan kembali ke tempat asalnya, tanah ... tapi diri kita yang sebenarnya iaitu ruh (jiwa) akan kembali pada Allah ... Ini adalah kerana kita semua sebenarnya adalah ruh (jiwa) yang datangnya dari Allah dan fitrahnya sentiasa ingin kembali kepada Allah. Apabila ruhani kita yang mengendalikan diri kita insyaAllah kita akan menjadi Khalifah Allah yang menunaikan amanah dan tanggungjawab kepada penciptaNya kerana sememangnya ruh yang ditiupkan Allah ke dalam jasad kita (tanah yang diberi bentuk dan rupa) adalah suci dan fitrahnya sentiasa mahu dekat dengan Allah dan sentiasa tunduk kepada kehendak Allah. Berbeza dengan jasad kita yang datangnya dari tanah, fitrahnya sentiasa ingin ke tanah; rumah, kereta, pasangan yang berbeza yang datangnya dari tanah : ) , tanah berhektar-hektar ... itulah kehendak jasad dan nafsu ...

Kegagalan kita untuk sentiasa tunduk kepada Allah kerana selama ini, nafsu dan syaitan yang mengendali diri kita. Apabila ikatan ruh (diri kita yang sebenar) dengan Allah tidak mantap maka nafsu atau syaitan yang menjadi pemandu fikiran dan perasaan kita. Namun apabila kita berpuasa di bulan Ramadhan (bulan di mana iblis dan syaitan diikat oleh Allah), kekuatan nafsu berkurangan dan semakin mengecil. Ketika itu Ruh akan mula mengendali diri atau saya lebih suka menyebut suasana ini sebagai kesedaran Ruhani. Kesedaran ruhani mula mengendali fikiran dan perasaan kita. Diri kita secara keseluruhannya di pandu oleh ruhani. Justeru kita akan dapati hati dan jiwa kita mula tenang dan suka kepada perkara-perkara yang mendekatkan diri dengan Allah. Apabila kesedaran ruhani mula aktif bererti ada hubungan langsung antara kita (jiwa yang dialiri ruh itu) dan Allah. Maka kita akan dipandu dengan sinar ketuhanan. Allah yang memandu kita sebenarnya, menyinarkan cahayaNya ke dalam jiwa kita dan mengurniakan ilham ketakwaan ke dalam diri kita. Justeru ketika kita berpuasa, aku yang sebenar (jiwa yang dialiri ruh) menjadi pemandu kepada jasad. Aku yang sebenar yang mengendali diri. Ilham ketakwaan dimasukkan Allah ke dalam jiwa kita dan kita mahu lakukan apa-apa yang mendekatkan diri dengan Allah.

Cuba perlahan-lahan perhatikan apa yang terjadi pada diri kita ketika berpuasa. Dari pagi kita berpuasa, kesedaran ruhani semakin kukuh, kita kukuhkan lagi dengan solat yang khusyuk pada waktu zuhur dan asar. Cuba perhatikan solat asar kita ... begitu mudah khusyuknya pada Allah bukan? Kesedaran ruhani benar-benar telah mengendali diri kita. Kita mengikut kehendaknya. Kita rasa dekat dengan Allah. Kemudian lebih kurang jam 6:30 petang kita mula ke pasar juadah ... bayangkan kita lihat makanan di sana sini ... maka ketika ini kalau tidak dikawal nafsu dan kehendak makan, maka kita akan mula membeli berbagai-bagai macam makanan dan pada ketika ini, kesedaran ruhani yang sudah semakin mantap mengendali diri seolah ditarik oleh kesedaran nafsu yang mula membesar. Nafsu mula mengendali fikiran dan perasaan kita. Tiba waktu maghrib, kita pun makan dengan kenyangnya dan ketika ini pastinya diri kita telah berjaya dikendalikan oleh nafsu. Kesedaran ruhani mula jatuh ke tahap yang lebih rendah dari kesedaran nafsu. Kemudian kita solat Maghrib dan Isyak dengan rasa penuh kekenyangan dan saya rasa ketika ini pastinya kekhusyukan kita menurun sekurang-kurangnya 50 peratus (dari solat asar).

Namun perhatikan sekiranya kita tidak pergi ke pasar juadah, insyaAllah kesedaran ruhani dapat dipertahankan. Apabila tiba waktu berbuka, kita berbuka ala kadar sekadar untuk memberi tenaga semula kepada badan kita. Contohnya kita berbuka dengan tiga biji kurma dan air. Bayangkan solat maghrib kita ... InsyaAllah ketika itu tidak sukar untuk kita khusyuk dan meningkatkan lagi kesedaran ruhani yang sediada. Selepas solat maghrib barulah kita makan nasi (juga dengan ala kadar) dan bersiap untuk solat Isyak dan Tarawikh. InsyaAllah pada waktu itu kesedaran ruhani kita terus dikukuhkan lagi. InsyaAllah pada malamnya dengan kesedaran ruhani yang mantap, akan mudah kita untuk bangun malam dan beribadah kepada Allah.

Begitulah mantapnya kesedaran ruhani kita pada satu hari kita berpuasa. Bayangkan proses yang sama kita ulang selama satu bulan berpuasa. Pastinya kesedaran ruhani begitu kukuh hingga dapat melahirkan insan bertakwa di akhir Ramadhan insyaAllah. Justeru kesedaran ruhani insan yang bertakwa ini akan terus membimbingnya dengan sinar Ilahi untuk terus beristiqamah dengan amalan yang dilakukan di sepanjang bulan Ramadhan.

Jom sama-sama kita masuki latihan takwa di bulan Ramadhan. Jom nekad untuk katakan tidak ke pasar juadah : ) dan berbuka dengan apa yang ada ... Jangan lupa solat dengan khusyuk dan berzikir dengan mengarahkan jiwa tepat kepada Allah.

Semoga kita 'graduate' sebagai insan bertakwa di akhir Ramadhan nanti insyaAllah dan kembali ke fitrah yang suci sebagai "Ruh" yang ditiupkan Allah yang menjadi pengendali diri, fikiran dan perasaan sehingga kita kembali kepadaNya ...

Hanya Allah Yang Maha Mengetahui

Isnin, Ogos 02, 2010

Allah Ajarkan Hidup Berketuhanan

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,


Dengan NamaMu Ya Allah, Yang Maha Pemurah dan Mengasihani kami. Menemui sahabat-sahabat semua semoga Allah memilih kita untuk dibimbingNya dan dituntunNya sehingga kita menjadi orang yang benar-benar yakin kepada Allah dan bertakwa kepadaNya. Alhamdulillah saya sangat bersyukur ramai yang telah dapat menghadiri Kursus Solat Khusyuk dan halaqah yang dijalankan setiap minggu. Bermula dengan Masjid Lama di Bt 6 Gombak, diteruskan di Masjid Klang Gate, Hulu Kelang, Masjid Al Hidayah Seksyen 18 Shah Alam minggu berikutnya, diteruskan kursus ke Kucing Serawak, Masjid Bandar Bukit Puchong dan Surau Hj Ismail, Bandar Puncak Alam menutup tirai sebelum Ramadhan insyaAllah. Halaqah Solat Khusyuk juga dapat diadakan pada setiap minggu alhamdulillah dan saya bersyukur kerana dapat menghadiri siri halaqah yang dijalankan yang membuatkan saya faham dan dapat merasai hidup berketuhanan. Itulah kehidupan yang sebenarnya .... kehidupan penuh kebahagiaan ...

Topik ini sangat berat untuk saya tulis dan saya memohon pada Allah untuk membantu saya menyiapkan penulisan ini kerana tiada daya dan upaya melainkan dengan pertolongan Allah.

Kita sentiasa dapat merasakan diri sebagai anak kepada seorang ibu bukan? Sekiranya kita mempunyai suami/isteri, kita sentiasa merasakan suami kepada seorang isteri atau isteri kepada seorang suami ... dan perasaan ini tidak akan dapat kita lepaskan ... sentiasa merasainya pada setiap ketika. Bagaimana dengan perasaan merasakan diri seorang hamba kepada Allah? rasa berketuhanan ... seperti kita merasakan kita bersuami, kita beristeri ... Apakah perasaan ini dapat kita rasakan setiap waktu dan ketika juga? Sekarang bayangkan kita berjalan bersama seseorang, katakan kita berjalan bersama suami/isteri kita ... pada ketika kita berjalan, ketika kita berada di hadapan, kita dapat merasai bahawa suami/isteri kita ada dibelakang kita bukan? Kita sentiasa merasai kehadiran teman kita itu ... tak kan terlepas rasa itu. Apabila kita ke kedai bersama contohnya, ketika kita asyik memilih barangan yang hendak dibeli, kita toleh kekiri ke kanan melihat di mana teman yang bersama kita ... kita merasakan kehadirannya ... bagaimana dengan kehadiran Allah dalam diri kita? dapatkah kita rasakan? Padahal Allah dulu yang bersama kita sejak kita masih dalam kandungan ibu sampai sekarang. Padahal Allah yang sentiasa ada bersama dan tidak pernah meninggalkan kita walau sesaat pun. Padahal Allah yang sedang mengepam jantung kita .... Allah yang sedang mengalirkan darah ke setiap tubuh kita ... dapatkah kita merasakan ada Allah bersama kita setiap waktu? dapatkan kita merasakan aku hamba Allah setiap ketika?

Sahabat yang dirahmati Allah semua, ketika solat kita merasa 'connect' dengan Allah. Apabila ada daya yang menyambung kita kepada Allah ketika kita solat, kita akan merasakan kebahagiaan yang tidak dapat kita bandingkan dengan apa juga. Kebahagiaan yang tak tertara nikmatnya. Bayangkan sekiranya kita dapat merasa daya sambung dengan Allah itu dari mula kita bangun tidur sehingga kita tidur semula, kita mendapat kebahagiaan setiap waktu dan ketika ... kita mendapat kebahagiaan yang sebenarnya di dunia ini ... Itulah yang sebenarnya dicari oleh ramai manusia ... tapi masalahnya dia gagal untuk sambung dengan Allah tapi sambung dengan selain Allah ...

Daya sambung ini sering disebutkan dalam kelas-kelas pengajian kita sebelum ini sebagai "menghadirkan hati kita dengan Allah", "mengingati Allah", "merasakan kehadiran Allah" ... tapi masalah yang dihadapi oleh kita bagaimana ya? Bagaimana mengingati Allah? Bagaimana merasakan kehadiran Allah. Dengan berzikir? Maka kita berzikir dengan sebutan Subhanallah, Alhamdulillah, Allahuakbar ... tapi aktiviti yang kita lakukan ternyata menjadikan kita bosan ... kita rasa penat menyebut dan memuji Allah atau fikiran kita melayang-layang kita ketika kita menyebut pujian-pujian kepada Allah ... dan akhirnya kita tinggalkan aktiviti itu ... atau tak beristiqamah dengannya. Kenapa kita rasa penat dan membosankan padahal Allah telah menjanjikan bahawa dengan mengingati Allah hati akan tenang ... dengan mengingati Allah pastinya membahagiakan bukan membosankan .... Pastinya kaedah kita melakukan aktiviti itu gagal menghasilkan 'mengingati Allah", gagal menghasilkan "merasakan kehadiran Allah" ... betul tak? Sebutan kita hanya dibibir saja ... apatah lagi jika yang ingin disebutnya sampai 1000 kali ...

Cuba kita padamkan segala apa yang ada ... padamkan rumah kita, padamkan kereta kita, padamkan bumi ini, padamkan seluruh bulan, bintang dan alam ini, padamkan semuanya sehingga tak ada suatu pun yang ada lagi ... Apa yang tinggal? Hanya kita dan Allah bukan? Sekarang rasakan wujudnya Allah itu, rasakan hadirnya Allah itu ... jangan digunakan fikiran, jangan digunakan emosi dan perasaan ... diam dan rasakan ...kita berhadapan dengan Allah yang Maha Hidup, pasti kita merasakan ada daya yang menyambung kita dengan Allah. Bayangkan kita menghadap ibu kita, sungguh-sungguh kita menghadap ibu kita ... adakah kita merasakan sesuatu ? Adakah kita merasakan kehadiran ibu kita? Adakah kita merasakan ada satu daya yang menyambung antara kita dan ibu kita? Terasa bukan? Pastinya terasa berbanding kita tidak menghadap ibu kita. Dengan ibu sudah terasa, apa lagi dengan Allah, pastinya dapat merasakan jika kita benar-benar yakin kita sedang berhadapan dengan Allah ...

Tundukkan wajah kita, diam ... dan hanya rasakan saja ... jangan difikirkan, jangan diluahkan apa-apa perasaan kepada Allah (kerana kita tidak mahu memasuki wilayah emosi, kita mahu memasuki wilayah spiritual) jangan dikatakan apa-apa pun. Diam dan rasakan hubungan itu ... kita akan merasakan suatu suasana perasaan 'sambung' dengan Allah dan perlahan-lahan sebutkan Allah ... Lailahaillallah, Allahuakbar dan sebutan-sebutan memuji Allah yang lain ... rasa 'sambung' ini biasanya akan memberi kesan kepada fizikal dan perasaan kita ... ada yang rasa bergetar, ada yang rasa merinding, ada yang rasa ingin menangis, yang pentingnya bukan rasa difizikalnya tapi rasa dekatnya dengan Allah ... rasa kehadiran Allah itu. Kemudian akan terasa dialirkan ketenangan di dalam jiwa, hilang apa juga tekanan. InsyaAllah kita akan rasakan kebahagiaan dan rasa berketuhanan ...

Latihan merasakan hubungan dengan Allah dan rasa berketuhanan ini Allah kukuhkan melalui ibadah-ibadah dalam rukun Islam yang lima, Mengucapkan Dua Kalimah Syahadah, Solat, Puasa, Zakat dan Haji. Sudah berapa ramai di kalangan kita merasakan sudah cukup melakukan semua rukun Islam tapi masih belum dapat merasakan hidup berketuhanan, belum dapat merasakan aku hamba Allah setiap waktu dan ketika, masih belum dapat merasakan kehadiran Allah dalam diri, masih belum mencapai tahap takwa kepada Allah. Allah berfirman di dalam Al-Qur'an yang maksudnya; "Diwajibkan di atas kamu berpuasa seperti mana telah diwajibkan ke atas orang-orang yang terdahulu dari kamu supaya kamu bertakwa" Sudah berapa lama kita berpuasa di bulan Ramadhan tapi kenapa sampai sekarang merasakan diri belum bertakwa padahal Allah menyebutkan bahawa Puasa di Bulan Ramadhan itu hasilnya takwa ... Justeru harus kita teliti di mana silapnya latihan pengukuhan yang Allah siapkan untuk kita di dalam Rukun Islam Yang Lima ini.

Satu saja yang dapat saya simpulkan ... ibadah kita tidak kita lakukan dengan rasa Ihsan ... Bukankah itu yang diajarkan rasulullah saw ... Ihsan itu ertinya kita beribadah seolah-olah kita merasakan melihat Allah dan sekiranya kita tidak dapat merasa melihat Allah kita dapat merasakan Allah melihat kita ... jom semak semula, solat kita, puasa kita, zakat kita, haji kita ... adakah kita melakukan ibadah dengan rasa 'sambung' atau 'sadar' kehadiran Allah? Itulah nikmat yang tak tertaranya ...

Kita rasa sukar untuk merasakan rasa sambung dengan Allah? Kadang-kadang sambung kadan-kadang tidak? Ia perlu dilatih ... Alhamdulillah ada latihan dan metodologinya ... Pelatihan Solat Khusyuk oleh Pak Ustaz Abu Sangkan memberikan panduan dan membantu kita dengan latihan praktikalnya. Justeru saya menyeru kepada sahabat-sahabat semua agar cuba sedaya upaya mengikuti Kursus-kursus Solat Khusyuk yang diadakan samada di Malaysia atau di Indonesia.

Hidup berketuhanan ini bukan sekadar kita sentiasa merasakan hadirnya Allah dalam hidup kita tetapi merasakan kita sebagai hamba Allah dan KhalifahNya. Kita dapat merasakan dengan jelas ada amanah dan tanggungjawab yang diberikan kepada Allah kepada kita untuk disempurnakan di dunia ini sebelum kita dipanggil pulang nanti. Dengan rasa hadir Allah dalam diri kita, kita akan sentiasa berserah kepada Allah dan sedia tunduk dan patuh atas apa juga kehendakNya. Ketundukan dan kepatuhan ini insyaAllah tidak sukar apabila Allah yang akan meletakkan kehendakNya ke dalam hati kita ... Segalanya dibimbing Allah insyaAllah dengan syarat kita sentiasa mencari jalan menuju Allah, sentiasa berusaha menyucikan jiwa kita ...

"Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaan. Sesungguhnya beruntunglah bagi orang yang mensucikannya Dan merugilah bagi yang mengotorinya "
(Asy -Syams: 7 - 8)

Semoga kita dapat sentiasa merasakan sambung dengan Allah dalam apa juga keadaan dan pada setiap waktu dan ketika. Sentiasa bersungguh-sungguh memenuhi tugas dan tanggungjawab sebagai wakil Allah dimuka bumi ini. InsyaAllah kita akan meninggalkan segala keresahan, segala kegelisahan dan menemukan kebahgiaan yang berpanjangan apabila merasai hidup berketuhanan ...

Hanya Allah Yang Maha Mengetahui

Selasa, Julai 20, 2010

Allah Ajarkan Dia Yang Menguruskan Rezeki

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Dengan Nama Allah Yang Maha Mengasihani kita semua dan Maha Menyayangi hamba-hambaNya ... Betemu kembali sahabat-sahabat semua ... saya merasakan kebersamaan kita semua, saya merasakan kehadiran sahabat-sahabat semua dalam kehidupan saya ... terima kasih di atas segala sokongan yang diberikan dan nikmat persahabatan di alam cyber ini dari Allah jua insyaAllah ....

Saya pernah menulis tentang rezeki diurus Allah ini ... tapi memandangkan tajuk ini sering menjadi suatu yang memberi tekanan kepada manusia, saya ingin menulis lagi berdasarkan pengalaman yang saya lalui akhir-akhir ini; maklumlah kehidupan bekerja sendiri pastinya memberi pengalaman yang jauh berbeza dari bekerja makan gaji seperti sebelumnya.

Kerana wang, persahabatan jadi permusuhan, kerana wang suami isteri bercerai, kerana wang, anak isteri ditinggalkan, kerana wang, hilang semua pertimbangan ... aduh sayang seribu kali sayang ... hanya kerana wang!

Alhamdulillah, saya melalui pengalaman dan pengajaran dari Allah tentang rezeki. Saya rasa sahabat semua juga sering diajarkan Allah bukan ... Izinkan saya berkongsi sedikit pengalaman yang ada, moga-moga dapat membantu kita di dalam meneruskan kehidupan ini dengan beroleh rezeki yang diberkati Allah.

Allah sememangnya menyuruh kita mencari karuniaNya di dunia ini. Banyak ayat-ayat Allah di dalam Al-Qur'an yang menyuruh kita berusaha kerana sunnahtullah itu kalau kita berusaha, maka kita akan mendapat pulangan yang baik. Sememangnya itu ketetapan Allah. Dengan berusaha mencari rezeki bererti kita berperanan sebagai wakil Allah ... contohnya kita mencari rezeki menjual surat khabar, maka kita berperanan sebagai wakil Allah memudahkan manusia mendapat surat khabar untuk dibaca agar mereka tahu apakah isu semasa yang sedang berlaku, apakah penyakit yang sedang berleluasa dan perlu diberi perhatian, apakah isu-isu ekonomi yang akan memberi kesan kepada ekonomi keluarga ... wah besar peranannya orang yang menjual surat khabar ini ... Itulah ketetapan Allah ... bertaburan manusia mencari rezeki dan tanpa manusia sedari mereka sedang memenuhi kehendak Allah menjadi wakilNya menguruskan dunia ini ...

Namun pada hakikatnya Allah itulah pemberi rezeki. Allah itulah yang menguruskan rezeki ...Segala yang ada dilangit dan bumi adalah milik Allah semuanya. Seandainya kita bertakwa kepada Allah dan tunduk kepada perintah Allah maka Allah akan menguruskan rezeki kita ....

Untuk membicarakan tentang rezeki ini, kita perlu membicarakan tentang ikhlas ... kita perlu kembali kepada tujuan kita dihidupkan iaitu untuk menjadi hamba dan khalifah Allah, wakilNya di bumi ini. Justeru apa saja yang kita lakukan terus ikhlaskan diri sebagai wakilNya yang sedang berperanan di muka bumi ini. Maka segala apa yang kita lakukan dalam usaha mencari rezeki akan diikhlaskan untuk Allah ... contohnya sekiranya saya seorang guru, maka saya merasakan bahawa saya sedang menjadi wakil Allah di dunia ini untuk mengajarkan anak-anak ilmu pengetahuan ... rezeki saya, saya serahkan pada Allah dan saya yakin Allah akan menguruskannya ... Maka kita akan membuat pekerjaan kita dengan yang sebaiknya kerana kita wakil Allah, justeru pasti Allah akan memberi pulangan yang terbaik juga kepada kita di dalam bentuk rezeki YANG DIBERKATINYA.

Berikut adalah beberapa pengalaman yang saya lalui sebagai sedikit panduan: -

1. Seorang yang saya kenali mendapat kontrak kerajaan tetapi dia sangat mengutamakan keuntungan dan sanggup mengorbankan kualiti perkhidmatan yang diberikan. Akhirnya kontraknya cukup bertahan selama lebih kurang 6 bulan sahaja dan syarikatnya diblacklist ... Seorang usahawan yang lain yang juga saya kenali sanggup mendapat keuntungan yang minimal sahaja kerana berusaha memberikan perkhidmatan yang berkualiti. Dia yakin dia sedang berkhidmat sebagai wakil Allah dan justeru dia sanggup menghabiskan wang semata-mata agar ia memberikan perkhidmatan yang terbaik. Kontraknya disambung dengan jumlah yang lebih besar.

2. Suatu ketika dahulu, saya takut untuk berhenti kerja kerana memikirkan perbelanjaan perubatan yang tinggi yang perlu saya tanggung sekiranya saya berhenti kerja. Ini adalah kerana syarikat lama saya menanggung semua kos perubatan saya dan anak-anak. Alhamdulillah Allah memberi kekuatan untuk saya membuat keputusan berani untuk berhenti kerja dan menyerahkan segala urusan rezeki kepada Allah. Alhamdulillah, di dalam tempoh tidak sampai 6 bulan saya berhenti kerja, saya dan keluarga kini mendapat perlindungan perubatan dari sebuah organisasi. Itulah kadang-kadang kita terlupa bahawa Allah yang menguruskan segalanya, menguruskan rezeki kita. Tak pernah terjangka oleh saya perkara ini berlaku ... terpaku saya menyaksikan ... dan terus mengungkapkan kata-kata Lailahaillallah ... penyaksian saya bahawa Tiada Tuhan SelainMu Ya Allah ...

3. Pada suatu hari saya agak tertekan kerana saya perlu mengeluarkan perbelanjaan yang agak besar untuk menganjurkan satu program tetapi malangnya saya tidak mempunyai cukup modal kerana terdapat perbelanjaan yang telah saya keluarkan belum dibayar oleh badan-badan organisasi tertentu. Alhamdulillah, saya kosongkan segala fikiran saya dan terus berserah dan memohon sungguh-sungguh pada Allah ... Minta duit Ya Allah ... kata saya ... Minta duit ... begitulah saya memohon pada Allah. Alhamdulillah esok paginya saya lihat akaun di bank saya cukup untuk menanggung bukan satu program malah beberapa program : )

4. Seorang rakan suami saya telah menalipon seorang yang terlibat di dalam pemberian kontrak kepada syarikat saya dan suami. Rakan suami saya itu memburukkan saya dan bertanya kepada orang itu kenapa memberikan kontrak kepada saya. Pada mulanya saya agak rasa terkilan bagaimana seorang yang dilihat sebagai rakan kepada suami saya dan mempunyai ilmu pengetahuan agama sanggup berbuat begitu ... namun alhamdulillah segera saya diingatkan Allah bahawa rezeki saya itu diuruskan Allah ... justeru tidak ada apa-apa lagi perasaan marah atau terkilan ... biarkan saja ... lega rasanya.

5. InsyaAllah saya sedang berusaha membuka satu perniagaan yang baru. Saya tertanya-tanya berapa harga yang perlu saya letakkan kepada pelanggan saya. Agak berat juga saya memikirkan dan saya memohon kepada Allah untuk membantu saya. Alhamdulillah, Allah mentakdirkan saya mengikuti satu siri kuliah di radio IKIM dan disitu diceritakan tentang seorang sahabat yang menjual unta. Dia membeli seekor unta dengan harga katakan 100 rupiah dan menjualnya juga dengan harga 100 rupiah, tetapi mengambil keuntungan atas tali unta itu. Dia mengambil tali unta itu ... Alhamdulillah kemudian perniagaannya semakin maju dan dia berjaya menjadi usahawan yang berjaya ... Dari kisah ini saya belajar tentang barokah ... biar sedikit keuntungan kita tapi barokah disisi Allah kerana pada hakikatnya Allah yang menguruskan rezeki ...

Semoga selepas ini kurang tekanan kita bila memikirkan masalah rezeki ini ... InsyaAllah ikhlaskan diri dan hati untuk Allah, lepaskan segala rasa ingin memiliki, buat yang terbaik sebagai wakil Allah insyaAllah rezeki kita akan diurusNya dengan sempurna!


Hanya Allah Yang Maha Mengetahui

Jumaat, Julai 09, 2010

Allah Ajarkan Siapa aku?

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Dengan namaMu Ya Allah, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang ... Dengan NamaMu ini kami menjalankan amanah yang Kau telah tetapkan untuk kami, ada di kalangan kami yang mengajar anak-anak sekolah ATAS NAMAMU, ada di kalangan kami yang sedang menjual ayam di pasar ATAS NAMAMU, ada di kalangan kami yang sedang membawa pesawat kapalterbang ATAS NAMAMU ... kerana kami semua wakilMu ya Allah ... redhailah kami dan pandangilah kami dengan pandangan rahmatMu ... kerana Mu kami hidup dan dengan NAMAMU kami ingin mati ... Lailahaillallah ... perkenankan YA ALLAH ...

Alhamdulillah sahabat, bertemu kembali setelah agak lama juga saya tidak berkesempatan untuk menulis di sebabkan program yang berterusan. Pada pagi ini saya ingin kongsikan pengalaman diberikan Allah untuk saya merasakan diri saya yang sebenarnya ...

Sebelum ini di dalam penulisan yang lepas, sudah agak kerap saya menulis bahawa kita bukanlah jasad ini, kita bukanlah tangan ini, bukan mata ini ... fizikal kita hanyalah alat yang diberikan Allah untuk kita melakukan aktiviti memenuhi tugas dan amanah kita di muka bumi ini. Bayangkan seorang Eksekutif yang baru memulakan tugas, apakah antara fasiliti yang mula-mula diberikan kepadanya? Sebuah komputer bukan? Dengan komputer itu si Eksekutif tadi akan mudah melakukan tugasannya ... Allah juga memberikan komputer ini kepada wakilNya untuk menjalankan tugasan yang diamanahkan. Itulah fizikal kita yang lengkap dengan sistem otaknya yang begitu hebat, sistem perjalanan darah, sistem penghadaman dan berbagai sistem yang ada di dalam diri kita ... Mana hebat komputer Allah ini berbanding PC kita di pejabat? Tak terbandingnya bukan ... Bukan sahaja Allah bekalkan kita dengan sebuah "komputer" yang begitu hebat sistemnya tapi Allah bekalkan juga kita akal fikiran, nafsu dan Ruh yang masing-masingnya punya potensi yang amat luar biasa sekali. Segala yang diberikan Allah ini menjadikan kita makhluk Allah yang paling sempurna dan dengan kesempurnaan itu dibandingkan dengan makhlukNya yang lain maka kita dilantik menjadi WAKILNYA di muka bumi ini.

Malangnya selama ini kesedaran ini tidak ada. Kita merasakan diri kita ini adalah fizikal beserta nafsu, akal ... maka bila kita pandai membuat sesuatu, kita dengan cepatnya merasakan kitalah yang pandai itu ... betulkan?

Alhamdulillah, semalam saya diberi peluang diajar Allah untuk MERASAKAN diri saya yang sebenarnya. Ketika kita tidur, diri kita yang sebenarnya tidak ada di dalam jasad kita. Badan dan fizikal kita semuanya lemah dan ibarat sebuah komputer yang di "offkan" switch ke sumber elektrik maka komputer itu tidak mampu menjalankan apa juga aktiviti yang biasanya boleh dijalankan sebelumnya. Sama dengan fizikal kita, apabila kita tidur, ia hanya sebuah fizikal kosong, tidak mampu melihat, tidak mampu berfikir, tidak mampu berjalan ... benarkan? Diri kita yang sebenarnya tidak ada di dalam jasad itu .... Allah ada menerangkan hal ini di dalam Al-Qur'an bahawa Allah mengenggam jiwa kita saat kita tidur dan sekiranya kita diberi umur lagi maka Allah akan mengembalikan jiwa kita dan kita hidup sehari lagi dan begitu lah yang berlakunya setiap hari ...

Petang semalam saya dan suami tertidur di dalam kereta sementara menantikan appointment kami dengan seorang sahabat. Kami tertidur kerana terlalu amat keletihan. Badan saya begitu amat lemah dan terus saya tertidur. Lebih kurang dua jam selepas ini, saya sedar tetapi saya tidak dapat bergerak, saya tidak dapat menggerakkan tubuh saya ... Saya sangat sedar ketika itu .... ingin saja saya panggil suami saya di sebelah agar dapat menggerakkan tubuh saya yang kaku ... tapi tidak berdaya. Saya sempat berkata di dalam hati saya, adakah tiba masanya saya pulang pada Allah ... Saya cuba lagi menggerakkan tubuh saya, tidak mampu ... Saya katakan pada diri saya ketika itu, siapkan saja untuk mengadap Allah ... saya hampir tidak mahu mencuba lagi dan ingin saja terus menyerahkan diri kepada Allah ... kemudian timbul satu kekuatan untuk terus berusaha kerana di hati masih ingin terus hidup ... maka saya kuatkan sepenuh tenaga untuk menggerakkan tubuh saya dan tiba-tiba saya terjaga ....

Sebenarnya saya pernah mengalami keadaan seperti ini. Saya rasa sahabat semua pernah mengalaminya bukan? Kita tersedar dari tidur tapi badan tidak dapat digerakkan ... Macam-macam penjelasan kita pernah dengar, ada yang kata kena himpit dengan hantu, ada yang kata badan letih sangat ... Semalam saya mendapat satu paradigma yang baru ... Saya terus menyedari bahawa ITULAH AKU YANG SEBENARNYA ... aku yang pada hakikatnya terpisah dari jasad ini, aku yang sebenarnya bukan jasad ini ... Alhamdulillah, sudah berapa lama perkara ini terjadi tetapi kita tidak menyedari bahawa Allah memberikan kita pengalaman MERASAKAN diri kita yang sebenarnya ... Terima kasih Allah.

Hanya Allah Yang Maha Mengetahui

Ahad, Jun 27, 2010

Allah Ajarkan Tentang Ingat kepadaNya

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Kita mulakan dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Mengasihani ... Alhamdulillah, bersyukur saya kepada Allah diberi kekuatan jiwa dan fizikal untuk saya terus menulis di blog ini. Topik di atas sebenarnya ingin saya tuliskan beberapa hari yang lalu apabila isu tentang ingat kepada Allah ini ditanyakan kepada saya di dalam facebook, tetapi badan saya terlalu letih untuk meneruskan penulisan dan alhamdulillah Allah mengembalikan semula kekuatan untuk saya mencatat sedikit perkongsian diajarkan Allah tentang ingat kepadaNya.

Sebelum saya menuliskan penulisan ini, ingin saya rakamkan ucapan terima kasih kepada seorang hamba Allah yang telah menginfakkan RM3000 untuk pelatihan solat khusyuk. Sebenarnya lebih kurang dua hari sebelum itu, saya memohon pada Allah untuk mendapatkan PA system untuk kegunaan pelatihan solat khusyuk memandangkan PA system sediada sudah lama dan memberi kesan kepada Pelatihan yang dijalankan. Alhamdulillah, Allah yang menggerakkan hamba yang dipilihNya untuk menginfakkan sejumlah wang itu yang insyaAllah akan digunakan untuk membeli PA system yang baru. Semoga sumbangan itu menjadi amal jariah di akhirat nanti.

Saya ditanya di dalam facebook bagaimana untuk otomatik ingat kepada Allah. Seperti sang kekasih yang secara otomatiknya akan ingat kepada kekasihnya saat baru bangun tidur sampailah ia kembali tidur. Pastinya tiada siapa yang memaksakan untuk sang kekasih itu mengingati kekasihnya bukan. Ingatan itu terus datang secara otomatik, lihat pinggan nampak muka yang dikasihi, nampak kereta macam kereta sidia, bergetar hati .... semua yang pernah mengalami alam percintaan faham benar perasaan ini : ) dan ingat benar bagaimana mudahnya untuk sering mengingati yang dicintai.

Mengingati Allah juga boleh berlaku secara otomatik apabila manusia itu sudah mencintai Allah dan Allah mencintai mereka ... secara ringkasnya berlaku saling cinta mencintai antara manusia dan Allah. Mengingati dan mengasihi Allah bukan boleh dipaksa atau dibuat-buat tapi boleh dilatih dan insyaAllah dengan latihan yang betul, perasaan itu datang dengan sendirinya dan ingatan itu PASTINYA akan kepada Allah setiap masa di mana jua.

Allah sudah mengajar kita bagaimana untuk melatih diri kita agar mengenali Allah, mengasihi, mencintai dan mengingatiNya. Semuanya terdapat di dalam Rukun Islam yang lima. Mengucap dua kalimah syahadah, Solat, Puasa, Zakat dan Haji. Masalahnya ramai yang merasakan sudah melaksanakan 5 perkara tersebut tapi masih tidak ada rasa cinta kepada Allah, susah untuk mengingati Allah setiap masa dan ketika ... Kenapa ya?

Adakah ibadah kita itu mampu menjadi latihan yang berkesan yang dapat menjadikan kita orang yang beriman, yang cinta kepada Allah dan sentiasa mengingatiNya setiap waktu. Seperti yang diceritakan oleh Pak Yus di Pelatihan Solat Khusyuk, bayangkan seorang yang berlatih Taekwando ... setiap minggu dia berlatih selama dua hari. Setiap latihan mengambil masa 2 jam. Bayangkan apa yang terjadi kepadanya setelah lima tahun, pastinya dari talipinggang putih akan bertukar kepada hitam insyaAllah dengan latihan yang betul. Tapi bayangkan seorang lain yang tidak bersungguh-sungguh menjalani latihan, dalam tempoh lima tahun mungkin masih bertalipinggang putih ....

Begitu juga ibadah kita kepada Allah. Masih ingat lagi pengertian Ihsan? Nabi juga ditanya oleh Jibril tentang ihsan. Nabi bersabda, “Yaitu engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya, maka apabila kamu tidak bisa (beribadah seolah-olah) melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu”. Inilah kualiti ibadah yang MESTI kita lakukan. Bagaimana solat kita, zikir kita? Adakah kita berusaha untuk membina hubungan jiwa dengan Allah ketika melakukan ibadah-ibadah ini? Adakah kita berusaha untuk mencapai tahap Ihsan di dalam ibadah yang kita lakukan. Sekiranya kita tidak berusaha, jadilah kita seperti pelajar taekwando yang berlatih sambil lewa tadi, tidak menjalankan latihan dengan betul maka TIDAK AKAN mencapai hasil yang diharapkan ... selamanya dia bertalipinggang putih ....

Begitulah juga kita hari ini, sudah berapa lama kita solat tapi masih tidak khusyuk ... Sudah berapa lama kita berpuasa di bulan Ramadhan tapi kenapa nafsu masih sukar ditundukkan?

Ibadah yang telah Allah wajibkan di dalam Rukun Islam yang lima adalah latihan yang Allah ciptakan untuk hambaNya. Dengan latihan yang betul, kita akan melihat sendiri perubahan diri kita kerana insyaAllah sekiranya betul latihan yang dijalankan insyaAllah akan terhasil MUKMIN yang hebat, yang ikhlas, berakhlak mulia, berdisplin, prihatin dan produktif. Islam itu mudah tapi mungkin kita tidak menjalankannya dengan betul.

Untuk latihan ... cuba puasa sunat ... dan lihat bagaimana tahap kita mengingati Allah berbanding hari yang kita tidak berpuasa. Berbeza bukan ... nah itu satu buktinya ... mengingati Allah itu mudah apabila kita mengikuti latihan yang Allah sediakan.

Semoga berjaya : )

Hanya Allah Yang Maha Mengetahui

Jumaat, Jun 18, 2010

Allah Ajarkan tentang MahaGuru

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ...


Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Mengasihani. Allah Yang Sangat Dicintai, Yang Sangat Dirindui ... tidak tertulis kata-kata yang bisa mengungkapkan perasaan ini kepadaMu Ya Allah, tidak terlukis keindahan yang bisa menggambarkan kebahagian mencintaiMu ...

Saya merasa sangat bahagia sekali sekarang ini. Perjalanan 3 hari bersama-sama anak-anak remaja sangat memberi ketenangan dan kebahagian di dalam jiwa saya. Masih saya ingat lagi, sebelum program bermula saya pesan kepada semua anak-anak fasi yang bersama saya ... ingat ini tugasan dari Allah, kita mesti buat sebaik mungkin, moga ia menjadi amal jariah kita di akhirat nanti ... itulah pesan saya kerana saya tidak mahu segala apa yang dilakukan jadi sia-sia ... Saya berharap agar apa yang kami jalankan jadi persembahan terindah buat Allah. Anak-anak fasi menganggukkan kepala dan di wajah mereka saya lihat semangat yang membara ingin lakukan yang terbaik kerana Allah. Mereka sememangnya yang terbaik dan saya merasa bersyukur kerana Allah menghantar mereka bersama-sama untuk melakukan tugasan dakwah ini. Terima kasih Arif, Mar, Rose, Haiza, Cinta, Syawal, Latify, Ayman, Kamil, Biha, Amy dan tak lupa Saudara Fuad Latip dan Kak Norli yang membantu program Teens@3i dan Solat Khusyuk Remaja baru-baru ini. Pastinya saya tidak lupa juga pada fasi-fasi yang lain yang tidak dapat turut serta pada program kali ini ... Imran, Afif, Shauqi, Fahmi, Rezza, Zizie, Munirah, Sumaiyah, Hassan, Nadiah, Yati, Atiqah, Diyana, Aisyah, Azan, Fikri, Firdaus, Zafran, Hakim, Syadana, Kamil Jr dan Izyan. Syukran pada suami saya, Cikgu Yati, Norita, Salwani, Dr Kalsom, Dr Maznah, Dr Fida', Kak Rohayati, Kak Fauziah, Kak Olah, Kak Ah, Kak Azimah, Zainaton, dan Kak Gee yang banyak memberi sokongan. Maaf panjang pula intro kali ini, saya ingin mengukirkan nama-nama mereka di sini sebagai tanda penghargaan yang tak terhingga terhadap pengorbanan mereka yang ada di antaranya sanggup tidur sehingga jam 3 pagi untuk membuat persiapan dan bangun semula jam 4:30 pagi tapi masih memberikan persembahan yang sangat mantap ... Alhamdulillah, terima kasih Allah ...

Program bersama-sama anak-anak remaja sangat menginsafkan saya. Saya dapat melihat sendiri permasalahan dan persimpangan jalan yang dihadapi oleh anak-anak remaja hari ini. Mereka sedang menantikan perjuangan dari kita semua ... Mereka sedang menantikan orang-orang yang menyambung perjuangan Rasulullah saw untuk membawa mereka kembali ke pangkal jalan ... Jangan tinggalkan mereka ... Ayuh kita sama-sama bangun untuk membantu mereka yang sedang terkapai-kapai mencari jalan pulang ...

Pada kali ini saya ingin berkongsi di ajarkan Allah bahawa Dialah Mahaguru yang sebenarnya. Banyak peristiwa yang saya lalui di mana Allah Mengajarkan Saya bahawa Dialah Yang Mengajarkan kita semua ...

1) Suatu ketika dulu saya tidak tahu untuk membuat keputusan untuk berhenti kerja. Jadi dalam dilema yang saya hadapi, saya bertanyakan kepada seorang Ustaz yang sangat saya hormati. Saya tanyakan adakah wajar saya berhenti kerja. Ustaz itu memberi tahu saya, jangan berhenti kerja, rezeki yang Allah beri itu sebenarnya menjadikan kita wakil Allah untuk memberikannya juga kepada orang lain. Sebaik saja mendengarkan jawapan dari Ustaz tersebut, saya merasa sangat lega ... tak payah berhenti kerja ... kata hati kecil saya ... ada juga sedikit bahagia ketika itu dan saya terus membuat keputusan untuk tidak mahu berhenti kerja. Kemudian pada satu hari yang lain selepas itu, saya mendengarkan CD Ustaz tersebut ... CD itu saya dengar berulang-ulang. Salah satu ucapan ustaz tersebut adalah kupasan satu ayat Al Qur'an di mana Allah menyebutkan bahawa terdapat di kalangan manusia yang menjadikan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan ... dan pada saat itu juga diilhamkan ke dalam jiwa saya di mana di dalam dilema saya untuk berhenti kerja, sewajarnya saya mendengar suara hati yang diilhamkan Allah kepada saya terus ...kerana Allahlah Guru kepada segala guru ..Dia Mahaguru ... Allah menggunakan suara ustaz itu sendiri untuk mengajarkan saya untuk terus bertanya kepada Allah untuk membuat keputusan samada untuk berhenti kerja atau tidak dan bukannya bergantung kepada manusia lain walaupun mereka adalah orang-orang yang mulia di sisi Allah. Secara tidak kita sedari kita menjadikan golongan ulamak ini seperti Tuhan (menjadikan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan). Ini adalah kerana Allah Yang Maha Tahu. Tidak salah kita bertanyakan pandangan ustaz/ustazah atau orang-orang yang berilmu tapi keputusan kita perlu bersandarkan kepada petunjuk dari Allah yang berupa ilham yang dimasukkan ke dalam jiwa kita.

2) Sebelum program Kursus Solat Khusyuk bermula, ramai ibubapa yang menalipon saya untuk bertanya kalau anak-anak mereka yang kurang dari 12 tahun boleh mengikuti program itu. Pada mulanya saya agak keberatan sehinggalah saya terima satu panggilan telefon di mana ibu tersebut sangat persistent untuk memasukkan anak saudaranya yang berusia 10 tahun. Pada mulanya saya memberikan respon yang sama juga dengan memberikan alasan bahawa kami ada menyediakan program i Love Solat untuk kanak-kanak bawah 12 tahun. Tetapi Allah Yang Maha Menundukkan telah membuat suatu terkeluar dari mulut saya ketika itu di mana secara spontan saya katakan ... kak, kalau saya katakan tak boleh maknanya seolah-olah kami yang ajarkan, padahal Allah yang mengajarkan mereka ... saya juga agak terkejut saya mengeluarkan kata-kata itu dan kemudian saya katakan pada diri saya ... betul juga, kalau Allah menghendaki anak ini mendapat kefahaman, pasti ia akan faham kerana Allah yang memberikan kefahaman itu ... Itulah kadang-kadang kita lupa bahawa bukan kita yang mengajarkan tapi Allah yang sebenarnya mengajarkan ... Allah MahaGuru yang sebenarnya kepada hamba-hambaNya.

Siapa yang mengajarkan anak-anak yang baru lahir untuk menghisap susu ibunya ... Siapa yang mengajarkan lebah membuat sarang yang begitu hebat sekali ... Allah yang mengajarkan kita semua ... Ayuh terus minta pada Allah, Ajarkan Aku Ya Allah ...

Hanya Allah Yang Maha Mengetahui

Rabu, Jun 09, 2010

Allah Ajarkan Tentang Konflik

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ...


Apa khabar sahabat-sahabat semua? Semoga dikurniakan Allah kesihatan yang baik dan sentiasa berada di dalam kesedaran yang tinggi kepada Allah ... Sekarang ini rata-rata orang membincangkan tentang kedasyatan tentera Israel yang sanggup membunuh orang-orang awam yang datang menghantar bantuan kemanusiaan ke genting Gaza baru-baru ini ... Teringat saya kepada kisah pemimpin-pemimpin Hamas yang tidak pernah gentar berhadapan dengan organisasi Zionis yang tak berperikemanusiaan ini. Almarhum Syeikh Ahmed Yassin dibunuh dan syahid pada tanggal 22 March 2004 sebaik sahaja keluar dari masjid selepas menunaikan solat subuh. Penggantinya Abdul Aziz Rantisi, seorang berpendidikan tinggi namun memilih hidup untuk berjuang di jalan Allah. Sanggup memilih hidup di dalam kesusahan di khemah-khemah dari hidup mewah dengan harta kebendaan yang melimpah ruah. Ketika ditanya di dalam satu sesi temuduga sebaik sahaja beliau menggantikan Syeikh Ahmed Yassin, apakah beliau tidak takut menghadapi nasib yang sama seperti Syeikh Ahmed Yassin yang dibunuh? Jawapan yang diberikan, dari saya mati disebabkan sakit jantung, lebih baik saya mati dibunuh dan syahid di jalan Allah ... dan alhamdulillah pada tanggal 17 April 2004, beliau juga ditembak mati dan gugur sebagai syahid ... Kisah-kisah pemimpin Hamas ini sering membuat saya bertanya pada diri saya sendiri dan kepada Allah ... Ya Allah di manakah tempatku di sisi Mu ... hebatnya mereka hingga membuat saya merasa sangat kecil, terasa diri ini tidak memberi impak sewajarnya kepada perjuangan Islam jika dibandingkan dengan mereka ...

Pada pagi ini saya ingin berkongsi diajarkan Allah tentang konflik. Pengajaran ini saya perolehi apabila saya berhadapan dengan konflik yang melibatkan saya dengan seorang sahabat saya. Saya rasa menyesal dengan apa yang berlaku namun alhamdulillah sebelum sempat saya merasa begitu sedih, Allah menyejukkan hati saya dengan memantapkan lagi kefahaman saya tentang konflik. Saya kongsikan kefahaman ini di dalam satu sesi latihan yang kami anjurkan baru-baru ini.

Di dalam sesi latihan itu, peserta diminta membincangkan tentang berbagai konflik yang dihadapi di dalam kehidupan, samada konflik dalam diri, keluarga atau masyarakat. Saya bertanya kepada para peserta ... kenapa ya dalam hidup kita ada banyak konflik ... bukankah Allah Maha Penyayang, kenapa kita perlu dihadapkan dengan berbagai konflik dalam kehidupan ... peserta memberikan berbagai reaksi dan respon ...

Saya katakan kepada mereka, bagaimana seorang perenang mahu jadi perenang yang hebat? Mereka kata kena berlatih bersungguh-sungguh ... Apakah yang dilalui ketika berlatih? tanya saya. Mereka jawab berbagai kesusahan dan kepayahan. Apakah mungkin seorang perenang boleh jadi perenang hebat jika tidak melalui proses dilatih dengan penuh kepayahan dan kesusahan? Tidak, jawab mereka penuh kepastian. Begitu jugalah dengan diri kita. Kerana Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang maka kita semua akan diproses dengan berbagai konflik dalam kehidupan untuk membentuk kita menjadi insan yang hebat ... yang sabar, yang jujur, yang kuat, yang bersemangat dan sebagainya.

Di dalam kehidupan ini kita akan berhadapan dengan berbagai sikap dan personaliti manusia yang berbeza. Ada personaliti yang membuatkan kita benci sesama kita. Contohnya ... ramai kita yang sering berhadapan dengan orang-orang yang kita rasa 'sukar' atau kita termkan sebagai 'difficult people'. Samada orang yang pemarah, orang yang kedekut, orang yang sombong dan sebagainya. Cuba bayangkan orang itu ... saya akan membayangkan salah seorang bos saya yang sangat menyusahkan saya kerana saya merasakan dia seorang yang 'perfectionist' dan saya terpaksa mengubah kertaskerja saya hampir lebih 10 - 15 kali!

Sebenarnya Allah ingin memproses kita melalui orang-orang ini, seperti perenang hebat tadi. Bila kita berhadapan dengan orang yang cepat marah, kita sedang diproses untuk menjadi orang yang sabar ... bila kita berhadapan dengan orang yang 'perfectionist', kita sedang diproses untuk memberikan hasil kerja yang berkualiti dan sebagainya ... Bayangkan kalau orang-orang ini tidak ada di dunia ini? Semua orang baik ... bagaimana kita akan diproses? Pasti kita tidak jadi diri kita sekarang bukan?

Nah, mulai sekarang berbahagialah dengan apa saja konflik yang kita hadapi dan senyumlah di dalam hati apabila bertemu dengan orang-orang yang berbagai sikap dan personaliti dan katakan di dalam hati, aku sedang diproses : ) Semoga kita jadi manusia hebat, insyaAllah ...

Hanya Allah Yang Maha Mengetahui

Rabu, Jun 02, 2010

Allah Ajarkan Tentang Kehebatan MengenalNya

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Mengasihani ... Atas namamu Ya Allah ... Apa khabar sahabat-sahabat semua? Semoga setiap nafas teriring bersamanya nama Allah, agar kalimah Allah terus meresap ke segenap sel-sel di dalam badan kita yang semuanya sedang bertasbih memuji Allah. Alangkah indahnya sekiranya pada setiap hari kita sentiasa terfokus untuk berjuang di jalan Allah ... tidak ada cita-cita dan impian untuk diri sendiri tapi hanya semata-mata untuk Allah. Alangkah indahnya ... amin ya Allah.

Alhamdulillah bersyukur ke hadrat Allah Pelatihan Solat Khusyuk oleh Pak Yus Ansari telah dapat dijalankan dengan jayanya. Peserta-peserta yang sempat saya jumpa mengucapkan terima kasih dan rasa sangat bersyukur ditemukan Allah dengan pelatihan ini. Alhamdulillah, mantap sekali pelatihan dari Pak Yus ... Terima kasih kepada semua yang terlibat, terutamanya Pak Yus Ansari, Pak Qasim dan semua urusetia serta para peserta. InsyaAllah pada hari ini saya ingin berkongsi diajarkan Allah tentang kehebatan Mengenal Allah. Kefahaman ini saya dapati setelah mengikuti halaqah dan pelatihan oleh Pak Yus Ansari ... alhamdulillah tiga hari berturut-turut bersama Pak Yus Ansari telah sangat memberi kesan kepada kefahaman saya tentang solat yang khusyuk dan bagaimana memperkukuhkan hubungan dengan Allah.

Bertahun-tahun lamanya nabi yang kita kasihi Rasulullah saw beruzlah, bersendirian di atas Bukit Nur di dalam Gua Hira' berbekalkan roti gandum dan air. Akhirnya pada bulan Ramadhan, tahun ketiga ar rasul saw beruzlah di Gua Hira' berlangsunglah kehendak Allah untuk melimpahkan rahmatNya kepada penduduk bumi. Berkunjung Jibril kepada Rasulullah saw menyampaikan wahyu yang pertama dan berakhirlah sebuah pencarian. Nabi Muhammad saw mula mengenal Allah ...

Baginda Rasulullah saw terus melalui proses mengenal Allah melalui wahyu-wahyu yang disampaikan. Rasulullah saw kemudian benar-benar mengenal Allah dan dengan mengenal Allah ini telah menjadikan Rasulullah saw manusia terhebat di muka bumi ini (Buku 100 manusia terhebat yang ditulis oleh seorang Kristian). Untuk kita mengenal Allah, tidak perlu lagi ke Gua Hira', semuanya telah dimudahkan ... melalui solat, kita bertemu terus dengan Allah. Apabila kita telah mengenal Allah, itulah kunci untuk menjadikan kita dan anak-anak kita manusia yang hebat di dunia ini. Carilahlah ilmu apa yang tidak diketahui oleh Rasulullah saw , ilmu fizik? ilmu matematik? ilmu astrologi? semuanya diketahui oleh baginda Rasulullah saw. Justeru jika kita ingin membaiki diri dan menjadi manusia hebat, kenalilah Allah ... seperti rasulullah saw mengenali Allah ...

Ketika kita membaca Al-Qur'an, adakah kita memahami isinya seperti yang difahami oleh baginda Rasulullah saw? Apabila kita beribadat, adakah kita beribadat seperti beribadatnya Rasulullah saw .... mari kita lihat situasi di bawah ...

Bayangkan calon isteri atau suami kita ... Pada setiap minggu contohnya kita kerumah calon isteri, kita bersusah payah menaiki kereta, mencari waktu untuk berkunjung ke rumah calon isteri. Lapan bulan lamanya berlalu, wah begitu sangat kita mengenali calon isteri itu bukan? Sangat-sangat sayang, cinta dan kenal sungguh dengannya. Nah, sekarang berapa kali kita mendatangi Allah? Lima kali sehari bukan? Sudah berapa tahun? 10 tahun? 15 tahun? 30 tahun? Tapi, bagaimana kenalnya kita kepada Allah berbanding kenalnya kita kepada calon isteri atau isteri/suami kita sendiri? Bagaimana kuatnya ikatan kita kepada calon isteri/suami kita berbanding ikatan dengan Allah ... Di mana silapnya ... lima kali sehari mendatangi Allah tapi ikatan dengan Allah begitu longgar sekali berbeza dengan calon isteri yang dikunjungi dua kali seminggu. Berlainan dengan ikatan Rasulullah saw dengan Allah ... berlainan sekali ibadah rasulullah saw dengan ibadah kita! ya kerana hasilnya tidak sama ... di mana silapnya ibadah kita?

Justeru mungkin cara kita beribadah kepada Allah tidak sama dengan caranya rasulullah saw beribadah kepada Allah. Di mana wajah kita mengadap ketika kita solat. Berapa banyak Tuhan yang ada ketika kita solat ... pekerjaan, anak-anak, harta, wang ringgit, hiburan dan sebagainya. Padahal Rasulullah saw mengajarkan kita "Katakanlah (Muhammad), "Dialah Allah, Yang Maha Esa (SATU) ..."

Persepsi kita membaca Al-Qur'an mungkin tidak sama dengan persepsi rasulullah saw di dalam memahami firman-firman Allah ... Puasa kita mungkin tidak serupa dengan puasa rasulullah saw, Haji kita mungkin tidak seperti ibadah haji Rasulullah saw ... Fikih nya saja mungkin sama tetapi ruhnya tidak sama ... Itulah sebenarnya kenapa kita digesa untuk mengikuti kaedah dan cara Rasulullah saw supaya kita mengenal Allah seperti kenalnya rasulullah saw kepada Allah dan supaya kita dapat mengikatkan diri kita dengan Allah seperti ikatan baginda Rasulullah saw dengan Allah SWT.

Datangilah Allah, dekatkan diri dengan Allah seperti mana Rasulullah saw mendekatkan diri denganNya. Telah diajarkan oleh ar rasul saw kaedah mendekatkan diri dengan Allah iaitu dengan beramal secara ikhlas hanya kerana Allah (Kalimah syahadah), solat, puasa, zakat dan ibadah haji dan diajarkan juga agar kita menambah dengan ibadah-ibadah sunat yang lain ... tapi adakah ibadah-ibadah yang tersebut di atas kita lakukan dengan cara yang betul? Lihat saja hasilnya ... dan bandingkan dengan hasilnya pada rasulullah saw, para sahabat dan para tabiin ... jika jauh berbeza, marilah sama-sama kita periksa kembali ibadah-ibadah yang kita lakukan ... Di mana kesadaran ruhani kita ketika kita beribadah kepada Allah .... padahal kita adalah jiwa yang dialiri ruh ... kita bukan jasad ini ... adakah selama ini yang beribadah hanya jasad tapi tidak ruhnya ... bagaimana ya untuk tetap meletakkan kesedaran ruhani yang total kepada Allah?

Saya baru terbaca beberapa kaedah yang diajar ... salah satunya ialah cuba kita rasa apa yang ada di dalam hati, resah, gelisah, marah, keliru ... luahkan apa saja yang ada di dalam hati itu kepada Allah ... total kepada Allah dan kuatkan kesadaran itu ... dan terus tetapkan kesadaran kepada Allah ... tak susah bukan untuk mengarahkan kesadaran kepada Allah. Begitulah sewajarnya kita mendatangi Allah ketika kita beribadah kepadaNya dan ini akan melatih kita untuk terus berada di dalam kesadaran kepada Allah pada setiap masa dan ketika insyaAllah.

InsyaAllah apabila kita dekati Allah dengan ibadah yang betul seperti beribadahnya nabi saw, maka kita akan diajar Allah mengenaliNya ... kita juga diajarkan lagi bermacam-macam ilmu yang mungkin tak terfikirkan oleh diri kita sendiri ...InsyaAllah perjalanan mendekati Allah ini akan membawa kita ke satu perjalanan menjadi manusia hebat ...walau tidak sehebat rasulullah saw tapi insyaAllah cukup hebat untuk memberi impak yang besar kepada sebuah tamadun Islam yang akan bangkit tidak lama lagi ...

“Sungguh telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan Dia banyak mengingat Allah” ( Al-Ahzab ; 21)

Hanya Allah Yang Maha Mengetahui

Khamis, Mei 20, 2010

Allah Ajarkan kehebatan Ikhlas keranaNya

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Mengasihani ... Terima kasih Ya Allah, saya demam hari ini : ) itulah perasaan yang muncul bila saya demam bermula semalam. Bermula lebih kurang jam 9 malam tadi, badan saya mula terasa lemah, terpinga seketika kemana hilangnya tenaga yang cukup banyak bila saya menyampaikan ceramah kepada sekumpulan jemaah wanita di Surau Taman Permata pada jam 3 petang pada hari yang sama. Tiba-tiba tenaga itu semakin merosot dan hampir hilang semuanya bila jam menunjukkan 12 tengahmalam dan saya tidur dalam keadaan yang begitu lemah. Alhamdulillah pagi ini sebaik sahaja saya menunaikan solat subuh, muncul dihati saya rasa syukur kerana saya demam. Sudah agak lama juga saya tidak demam serta berharap di dalam hati agar ianya dapat membersihkan dosa-dosa saya kepada Allah. Seperti bagaimananya tenaga itu hilang, saya dapati ia kembali sedikit demi sedikit pada pagi ini. Dengan sedikit kekuatan itu saya menulis, insyaAllah. Alhamdulillah, itulah Allah ... yang memberikan kita kekuatan dan pada bila-bila masa saja Dia boleh mengambilnya kembali.

Saya pernah menulis tentang Ikhlas kerana Allah dan saya diajarkan bahawa ikhlas kerana Allah ini adalah antara kunci utama jalan menuju Allah, kunci penting di dalam turunnya hidayah Allah yang akan membimbing kita insyaAllah. Penulisan kali ini juga tentang ikhlas tetapi mungkin dari perspektif yang agak berlainan.

Pada lebih kurang dua minggu yang lepas, DVD Pelatihan Solat Khusyuk oleh Pak Ustaz Abu Sangkan telah pun siap dan diserahkan kepada kami. Masalahnya DVD yang diserahkan perlu dibungkus terlebih dahulu dan diletakkan labelnya kerana syarikat yang membuatnya tidak menyediakan perkhidmatan tersebut. Kami perlu menyiapkan secepat mungkin untuk menghantar pesanan yang diterima sebelum ini. DVD itu semuanya dihantar ke rumah saya. Pada masa itu kerana saya agak sibuk dengan beberapa tugasan yang lain, ingin saja saya menghantarnya kepada pembantu saya di pejabat untuk menguruskannya. Saya melihatkan tugasan itu mudah dan ringan. Kalau di pejabat saya dahulu, tugas-tugas seperti itu diserahkan kepada pembantu tadbir kerana saya tidak sempat untuk menguruskannya.

Namun, saya pelik kenapa dihati saya ketika itu begitu ingin sekali menyiapkan kerja itu, walaupun saya tahu kerja itu ringan dan mudah serta saya sedari saya mempunyai kerja-kerja yang lain yang perlu disiapkan. Walaupun tidak ada alasan yang dapat saya berikan, saya katakan pada diri saya, buatlah kerana Allah walaupun kecil. Jadi saya menghabiskan lebih kurang dua hari untuk menyiapkan label dan membungkus DVD-DVD itu. Memandangkan masa yang agak panjang yang akan digunakan, maka saya memasang DVD tersebut di hadapan saya dan sambil bekerja saya mengulangkaji pelatihan solat khusyuk itu melalui DVD itu. Subhanallah, Alhamdulillah dan terima kasih Allah ... tiada yang dapat saya ucapkan, saya diajarkan berzikir kepada Allah dengan betul sehingga menimbulkan getaran di dalam jiwa sehingga tersungkur dan menangis.

Sebelum ini di dalam usrah, kami sering membincangkan firman Allah yang bermaksud;

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu apabila disebut nama Allah , gementarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya, bertambahlah iman mereka (keranaNya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakal"

(Al-Anfaal: 2)

Kami sering berbincang kenapa hati tidak bergetar ketika disebut nama Allah, adakah kita belum lagi boleh disebut orang-orang yang beriman. Alhamdulillah saya sudah faham. Kaedah berzikir dan mengingati Allahnya tidak betul, kesedarannya tidak tepat. Lihat saja kesedaran kita ketika mengingati Allah ketika bangun malam dan bertahajud sehingga dialirkan rasa gementar, syukur dan mudah menangis. Namum kesedaran itu jarang kita gunakan bila kita mengingati Allah pada waktu-waktu yang lain terutamanya pada waktu siang. Kesedaran yang total, ruhani kita aktif menuju Allah.

Saya sangat bersyukur diajarkan Allah perkara ini dan terus dapat saya fahami betapa kerja-kerja yang dipandang remeh, ringan, mudah dan kecil kalau dibuat kerana Allah begitu hebat ganjarannya di sisi Allah, insyaAllah tersedia ampunan, rahmat dan hidayah dari Allah. Saya bersyukur kerana membungkus DVD itu!

Antara pengajarannya yang ingin saya kongsikan di sini ialah (1) Jangan dipandang remeh sesuatu tugasan walaupun nampak kecil dan ringan. Mungkin kerja yang kecil itulah membuka jalan kepada ampunan dan rahmat Allah bila dilakukan dengan ikhlas, (2) Semua pekerjaan adalah tugasan dari Allah walaupun kecil dan nampak tidak penting di mata manusia. Biarlah kita seorang office boy atau seorang kerani atau seorang pemandu, itu tugasan yang Allah pilih untuk kita dan apabila kita lakukan dengan ikhlas, ganjaran besar menanti kita di sisi Allah di dunia dan di akhirat. (3) Komen yang saya dapat dari seorang rakan di facebook; apa saja yang dilakukan kerana Allah, yang kecil jadi besar disisiNya. Itulah kehebatan ikhlas kerana Allah.

Ayuh, jangan kita tunggu lagi ... serahkan apa saja yang kita akan lakukan kerana Allah. Tiada kepentingan diri, keluarga atau apa saja. Semuanya kerana Allah, insyaAllah kita nanti tinggal bersaksikan hebatnya ganjaran yang menanti untuk orang-orang yang ikhlas keranaNya. Semoga kita terpilih untuk tergolong di kalangan orang-orang yang mukhlisin ... amin ...

Hanya Allah Yang Maha Mengetahu